Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lebaran 2019, PLN Hadirkan Diskon Tambah Daya

PT PLN (Persero) menghadirkan promo Gemerlap Lebaran 2019 dengan memberikan diskon tambah daya untuk semua golongan tarif tegangan rendah.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 17 Mei 2019  |  12:56 WIB
Lebaran 2019, PLN Hadirkan Diskon Tambah Daya
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - PT PLN (Persero) menghadirkan promo Gemerlap Lebaran 2019 dengan memberikan diskon tambah daya untuk semua golongan tarif tegangan rendah.

Vice President Public Relation PLN Dwi Suryo Abdullah mengatakan promo yang ditawarkan berupa diskon Biaya Penyambungan (BP)
Lebaran 2019, PLN Hadirkan Diskon Tambah Daya sebesar 50% dengan maksimum potongan sebesar Rp10 juta. Khusus pelanggan golongan tarif sosial dengan peruntukan rumah ibadah, mendapatkan diskon BP sebesar 100% alias gratis.

Kesempatan ini diberikan kepada pelanggan yang melakukan Tambah Daya Tegangan Rendah mulai dari 220 VA sampai dengan 197 kVA.

Menurutnya, selain murah dan tidak dipungut biaya tambahan lainnya, proses pengerjaan penambahan daya tidak lebih dari 24 jam dan tidak akan mengubah kWh meter pasca bayar menjadi prabayar ataupun sebaliknya.

"Selama Ramadhan, pemakaian listrik masyarakat cenderung meningkat. Untuk itu PLN ingin memberikan kenyamanan melalui promo tersebut," katanya seperti dikutip dalam rilis, Jumat (17/5/2019).

Promo Gemerlap Lebaran 2019 ini berlaku sejak 17 Mei 2019 pukul 00.00 hingga 30 Juni 2019 pukul 23.59. Pelanggan dapat mendaftarkan diri dengan cara menghubungi Contact Center PLN 123.

Selain itu, pelanggan juga dapat mendatangi langsung loket PLN setempat. Program diskon tidak dapat digabungkan dengan promo lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN listrik tambah daya
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top