Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kelas Menengah Tumbuh, Konsumsi Susu Olahan Meningkat

Kementerian Perindustrian menyatakan peningkatan pendapatan dan pertumbuhan kelas menengah akan mendongkrak konsumsi susu olahan.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 13 Mei 2019  |  19:30 WIB
Pekerja memerah susu sapi di sebuah peternakan di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (12/5). - Antara/M Risyal Hidayat
Pekerja memerah susu sapi di sebuah peternakan di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (12/5). - Antara/M Risyal Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA--Kementerian Perindustrian menyatakan peningkatan pendapatan dan pertumbuhan kelas menengah akan mendongkrak konsumsi susu olahan.

Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian Abdul Rochim mengatakan bahwa pada saat ini konsumsi susu per kapita Indonesia masih lebih rendah dibandingkan negara-negara Asean lain, seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura.

Angka konsumsi susu penduduk Indonesia baru mencapai sekitar 16,9 kg/kapita/tahun (setara susu segar), masih jauh di bawah negara Asia Tenggara lainnya seperti Malaysia yang sebesar 36,2 kg/kapita/tahun, Myanmar sebesar 26,7 kg/kapita/tahun, Thailand sebesar 22,2 kg/kapita/tahun, dan Filipina sebesar 17,8 kg/kapita/tahun.

"Dengan meningkatnya pendapatan per kapita masyarakat dan pertumbuhan penduduk serta bertumbuhnya kelas menengah di Indonesia diperkirakan semakin mendongkrak konsumsi susu," katanya, Senin (13/5/2019).

Produk susu seperti susu UHT menjadi pilihan masyarakat saat ini karena lebih praktis dan relatif lebih tinggi kandungan gizinya. Rochim berpendapat hal ini tentunya merupakan potensi dan peluang bagi industri pengolahan susu di dalam negeri untuk terus meningkatkan produksi dan mendiversifikasi produk susu olahannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri pengolahan susu
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top