Uji Petik di Tanjung Perak, Operator Kapal Diminta Perbaiki Kekurangan

Tanjung Perak merupakan lokasi yang masuk rangkaian uji petik yang dilaksanakan oleh Tim Direktorat Perkapalan dan Kepelautan di 16 lokasi pelabuhan di seluruh Indonesia.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 07 Mei 2019  |  16:49 WIB
Uji Petik di Tanjung Perak, Operator Kapal Diminta Perbaiki Kekurangan
Ilustrasi - Penumpang antre masuk kapal KM Leuser tujuan Sampit, di Dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur, Jumat (22/6/2018). - ANTARA/Didik Suhartono

Bisnis.com, JAKARTA - Tim uji petik Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melaksanakan uji petik kelaiklautan kapal penumpang di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, untuk mengantisipasi arus mudik dan balik Lebaran.

Tanjung Perak merupakan lokasi yang masuk rangkaian uji petik yang dilaksanakan oleh Tim Direktorat Perkapalan dan Kepelautan di 16 lokasi pelabuhan di seluruh Indonesia. Uji petik juga dilaksanakan oleh seluruh unit pelaksana teknis (UPT) pelabuhan di Indonesia untuk memastikan kelaiklautan kapal yang akan digunakan sebagai angkutan Lebaran tahun ini.

Kasubdit Pencegahan Pencemaran dan Manajemen Keselamatan Kapal dan Perlindungan Lingkungan di Perairan Ditkapel Jaja Suparman menyebutkan, total angkutan laut penumpang di Pelabuhan Tanjung Perak 36 kapal.

Hingga saat ini, Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak sudah melakukan uji petik terhadap 23 kapal karena mengikuti jadwal kedatangan kapal di Surabaya.

Saat Tim Ditkapel ke Tanjung Perak, seharusnya ada tiga kapal yang masuk ke pelabuhan, yakni KM Niki Barokah, KM Ngapulu, dan KM Dharma Rucitra. Namun, KM Dharma Rucitra terlambat datang karena keterlambatan keberangkatan dari Batu Licin, Kalimantan Selatan, sehingga hanya dua kapal yang diperiksa.

Aspek-aspek yang diperiksa pada uji petik ini a.l. kondisi perlengkapan navigasi, permesinan, dan peralatan keselamatan dan pemadam kebakaran.

"Dari hasil pemeriksaan kapal ditemukan beberapa temuan dan kekurangan yang langsung disampaikan kepada nakhoda dan perwakilan pemilik kapal untuk segera ditindaklanjuti dan diperbaiki oleh operator kapal," kata Jaja melalui siaran pers, Selasa (7/5/2019).

Selanjutnya, Ditkapel akan meminta agar perusahaan pelayaran selaku pemilik kapal memperbaiki dan memenuhi kekurangan berdasarkan temuan tim uji petik.

Jaja berharap uji petik yang dilaksanakan oleh tim Ditkapel bersama dengan para pejabat pemeriksa keselamatan kapal dari Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak dapat meningkatkan kesadaran para operator kapal akan pemenuhan aspek keselamatan dan kelaiklautan kapal.
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Kemenhub, tanjung perak, uji petik kendaraan

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top