KLHK Sebut Banjir Bengkulu Diakibatkan Rob

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan banjir yang terjadi di Provinsi Bengkulu terjadi akibat curah hujan yang tinggi dan pasang besar yang menyebabkan luapan air laut atau rob.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 April 2019  |  15:56 WIB
KLHK Sebut Banjir Bengkulu Diakibatkan Rob
Warga mengevakuasi perabotan rumah tangga saat banjir di daerah perumahan Sawah Lebar Baru Balai Kota Bengkulu, Bengkulu, Sabtu (27/4/2019). Tingginya intensitas hujan selama dua hari terakhir serta meluapnya sungai Bengkulu mengakibatkan banjir setinggi 100 - 175 cm di sejumlah titik rawan banjir di kota dan kabupaten se-provinsi Bengkulu. - ANTARA/David Muharmansyah

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan banjir yang terjadi di Provinsi Bengkulu terjadi akibat curah hujan yang tinggi dan pasang besar yang menyebabkan luapan air laut atau rob.

"Banjir yang terjadi merupakan banjir rutin akibat curah hujan tinggi dan kenaikan permukaan air laut pasang serta sungai yang meluap," kata Kepala Sub Direktorat Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai KLHK Ernawati dalam jumpa pers di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), seperti dikutip Antara pada Selasa (30/4/2019).

Erna menambahkan sistem drainase yang tidak baik memperparah banjir di daerah-daerah di Bengkulu yang memang rutin mengalami banjir akibat hujan deras dan rob pada musim penghujan.

Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), curah hujan tinggi sampai ekstrem 126,575 milimeter per hari menyebabkan debit aliran tinggi hingga melebihi kapasitas pengaliran.

"Daerah Aliran Sungai Bengkulu bagian hilir memiliki topografi yang relatif datar, dengan ketinggian sebagian wilayah yang terkena dampak banjir relatif sama dengan ketinggian permukaan laut," kata Erna.

Selain itu, wilayah terdampak banjir di Bengkulu merupakan daerah tangkapan air yang berbentuk segitiga sehingga memang rawan mengalami banjir limpasan. Daerah tangkapan air yang berbentuk segitiga memiliki anak-anak sungai yang langsung menuju sungai utama serta jarak hulu dan hilir terlalu pendek.

"Itu menyebabkan banjir cepat datang. Biasanya banjir yang terjadi dalam debit besar terjadi akibat hujan lebat pada bagian hulu daerah aliran sungai," tuturnya.

Peta rawan limpasan menunjukkan sebagian besar Daerah Aliran Sungai Bengkulu memiliki potensi tinggi dan ekstrem sehingga pasokan air sangat besar saat curah hujan tinggi.

Berdasarkan peta rawan banjir genangan, Daerah Aliran Sungai Bengkulu juga memiliki potensi rawan dan sangat rawan baik pada bagian hilir maupun hulu.

Hujan deras yang mengguyur seluruh wilayah Bengkulu sejak Jumat (26/4/2019) sore hingga Sabtu (27/4/2019) pagi menyebabkan sungai-sungai meluap sehingga menimbulkan banjir dan tanah longsor di beberapa tempat.

Bencana banjir dan tanah longsor terjadi di Kota Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Tengah, Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Kepahiang, Kabupaten Rejang Lebong, Kabupaten Lebong, Kabupaten Seluma, Kabupaten Bengkulu Selatan, dan Kabupaten Kaur.

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu hingga Senin (29/4/2019) bencana itu menyebabkan 29 orang meninggal dunia dan 13 orang hilang, serta memaksa sekitar 12.000 warga mengungsi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
banjir

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top