Proyek Langit Biru Cilacap Kelar, Produksi Pertamax Pertamina Melesat

PT Pertamina (Persero) menyelesaikan Proyek Langit Biru Cilacap (PLBC) dengan pencapaian jam kerja aman tanpa lost time injury (LTI) proyek ini lebih dari 17 juta jam kerja aman.
David Eka Issetiabudi | 30 April 2019 14:35 WIB
Proyek PLBC Cilacap yang dari pembangunan Residual Fluid Catalytic Cracker (RFCC) Cilacap yang diawali sejak akhir 2015. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA–PT Pertamina (Persero) menyelesaikan Proyek Langit Biru Cilacap (PLBC). Pengerjaan proyek yang dimulai sejak 2015 ini akan mendukung produksi Pertamax di Kilang Cilacap menjadi 1,668 juta barel per bulan atau meningkat 66,8%.

Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia PT Pertamina (Persero) Ignatius Tallulembang mengatakan peningkatan produksi Pertamax membantu Pertamina untuk memenuhi kebutuhan BBM dalam negeri, terutama di masa Satgas Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2019.

"Pertamina mengadopsi teknologi terkini dalam proyek PLBC untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produk BBM, termasuk diantaranya peningkatan kualitas gasoline yang sebelumnya RON 88 menjadi RON 100 yang setara dengan EURO 4,” katanya, dalam keterangan tertulis, Selasa (30/4/2019).

Dengan demikian, menurutnya, Pertamina dapat mengurangi impor high octane mogas component (HOMC) sebagai komponen blending produk gasoline secara signifikan. Tallulembang menambahkan semakin memperkuat upaya Pertamina untuk mewujudkan kemandirian energy, karena dapat mengurangi impor.

PLBC merupakan proyek lanjutan dari pembangunan Residual Fluid Catalytic Cracker (RFCC) Cilacap yang diawali sejak akhir 2015. Hingga Maret 2019, pencapaian jam kerja aman tanpa lost time injury (LTI) proyek PLBC mencapai lebih dari 17 juta jam kerja aman. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pertamina, pertamax

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top