Tantangan Makin Besar, Pemain FMCG Butuh Kiat Pemasaran Tepat

Konsumen menjadi lebih cerdas dalam mengkonsumsi atau memilih produk dan servis. Ketersediaan barang di pasar adalah hal yang penting, begitu juga dengan harga yang ditawarkan.
M. Rochmad Purboyo
M. Rochmad Purboyo - Bisnis.com 30 April 2019  |  14:12 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Pemasaran produk konsumer yang putarannya cepat (fast moving consumer goods, FMCG) semakin menghadapi tantangan. Selain persaingan yang makin sengit, konsumen juga semakin kritis, sehingga butuh strategi yang tepat.

Perusahaan data, wawasan, dan konsultasi Kantar Indonesia, menyebutkan perekonomian Indonesia berkinerja cukup baik pada tahun 2018, sedangkan pasar FMCG terlihat stabil. Rumah Tangga Indonesia juga lebih selektif dalam mengalokasikan pos pengeluarannya.

Fanny Murhayati, Marketing Director Kantar Indonesia menjelaskan bahwa konsumen menjadi lebih cerdas dalam mengkonsumsi atau memilih produk dan servis. Menurutnya, ketersediaan barang di pasar adalah hal yang penting, begitu juga dengan harga yang ditawarkan.

Persaingan, katanya, kini juga bagaimana suatu produk dapat lebih menonjol dibandingkan dengan pesaingnya, dan bagaimana mereka bisa meraih hati konsumen.

“Brand tidak bisa membuat satu rencana untuk semua tipe konsumen, tetapi harus membuat strategi yang berbeda sesuai karakter dan tipe target konsumennya,” katanya dalam rilis yang diterima Bisnis.com, Selasa (30/4/2019)

Venu Madhav, General Manager Kantar Indonesia, Worldpanel Division menyatakan bahwa tahun 2019 adalah tahun yang menarik, tetapi juga tahun yang penuh dengan tantangan bagi produsen FMCG.

Kantar Indonesia, katanya telah mengidentifikasi 6 faktor utama yang dapat membantu brand untuk tumbuh di pasar kompetitif saat ini, yaitu:

  1. Membangun antusiasme dengan memberikan pengalaman untuk konsumen melalui berbagai hal

Pengalaman tidak hanya didapat dari memiliki atau mengkonsumsi produk. Pengalaman juga bisa didapatkan pada saat konsumen berbelanja di toko, ataupun pada saat mereka melihat iklan di media atau media sosial.

Misalnya, untuk produk kosmetik, di mana brands berkomunikasi dan memberikan pengalaman tentang produk mereka, dengan menggunakan blogger atau vlogger kecantikan. Hal ini membantu brand tersebut untuk lebih dikenal dan diingat oleh konsumen.

  1. Memberikan kemudahan untuk konsumen melalui produk siap santap

Dengan berkembangnya gaya hidup urban, konsumen Indonesia kini menghabiskan lebih banyak waktu di luar rumah. Berdasarkan Worldpanel FMCG data, konsumen Indonesia lebih sering mengkonsumsi produk makanan dan minmuman siap santap di luar rumah di bandingkan dengan di dalam rumah.

  1. Rasa bangga sebagai orang Indonesia

Banyak hal yang bisa dibanggakan sebagai orang Indonesia. Seperti halnya menjadi tuan rumah Asian Games 2018; mempunyai 4 dari 7 unicorn start-up di kawasan Asean. Rasa bangga sebagai Indonesia juga terlihat dari meningkatnya jumlah referensi dan nilai-nilai lokal dalam komunikasi suatu brand, serta produk inovasi dengan rasa lokal khas Indonesia

  1. Berbeda (lebih menonjol) dibandingkan dengan pesaing

Bergantung hanya pada ketenaran tidak lagi cukup untuk suatu brand. Konsumen mencari hal-hal yang berbeda dan lebih bermakna yang membuat mereka tertarik terhadap suatu produk atau servis.

Dengan persaingan market yang ketat dan banyaknya pemaim baru yang memasuki pasar, merek harus menemukan cara untuk menonjol dibandingkan dengan para pesaingnya. Komunikasi yang mudah diingat harus sesuai dengan konten dan maksud yang tepat, dan ditargetkan kepada audiens yang tepat.

  1. Memahami aspirasi dari tipe konsumen yang berbeda

Dengan persaingan pasar yang sangat tinggi, mendorong para pemain FMCG untuk dapat membuat strategi yang berbeda, untuk setiap tipe target konsumennya. Mereka juga harus dapat memahami berbagai macam aspirasi.

  1. Merangkul Digital

Konsumen Indonesia memiliki banyak pilihan untuk hiburan elektronik mereka. Tidak hanya televisi tetapi internet sudah dapat diakses hampir seluruh Nusantara. Banyak para pemain FMCG juga memanfaatkan momentum ini, untuk berkomunikasi dengan konsumennya.

Meskipun masih kecil, pertumbuhan dagang-el cukup signifikan. Untuk FMCG, jumlah orang yang membeli secara online di Indonesia, tumbuh dari 2 persen pada 2017 menjadi 6 persen pada 2018. Semakin banyak konsumen Indonesia melihat manfaat dan keuntungan berbelanja online terutama untuk kebutuhan bayi dan premium produk perawatan pribadi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
marketing, produk konsumer

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup