Realisasi Elektrifikasi Masih 71%, NTT Bakal Miliki PLTS Komunal Off-Grid

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal off-grid akan dibangun di NTT untuk meningkatkan elektrifikasi provinsi tersebut yang masih 71% hingga Maret 2019.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 11 April 2019  |  18:11 WIB
Realisasi Elektrifikasi Masih 71%, NTT Bakal Miliki PLTS Komunal Off-Grid
ilustrasi - bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal off-grid akan dibangun di NTT untuk meningkatkan elektrifikasi provinsi tersebut yang masih 71% hingga Maret 2019.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan NTT menjadi salah satu wilayah yang masih memiliki rasio elektrifikasi di bawah rata-rata rasio elektrifikasi nasional. Tercatat, hingga akhir Maret 2019 rasio elektrifikasi NTT adalah sekitar 71%.

Berdasarkan data BPS 2018, NTT memiliki jumlah rumah tangga sebanyak 1.168.785 rumah tangga dengan rincian rumah tangga berlistrik PLN sebesar 658.739 (56,47%), rumah tangga berlistrik Non PLN 163.076 (14,02%), dan rumah tangga berlistrik LTSHE sebesar 4.293 (0,37%).

Pemerintah menargetkan rasio elektrifikasi NTT sebesar 90% pada 2019 dengan jumlah  1.181.391 pelanggan rumah tangga.

Nantinya, pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal off-grid yang pembangunannya tersebar di 11 lokasi. Pembangunan PLTS off grid tersebut memiliki total kapasitas 2.920 kWp dan bertujuan untuk meningkatkan akses layanan listrik ke 3.308 rumah tangga di 11 lokasi.

Saat meresmikan pencanangan pembangkit tersebut, Jonan mengatakan proyek ini akan menjadi langkah untuk untuk memperluas akses listrik kepada masyarakat. Terutama, masyarakat yang tinggal di daerah yang jauh dari instalasi tenaga listrik PT PLN (Persero).

"Harapan saya sistem kelistrikan khususnya di Labuan Bajo terus dijaga dan kalau bisa ditingkatkan mengingat wilayah tersebut menjadi tempat wisata yang ramai dikunjungi orang," katanya, Kamis (11/4/2019).

Selain membangun PLTS Komunal, sebanyak 11.000 rumah di Nusa Tenggara Timur juga telah tersambung listrik secara gratis lewat program Corporate Social Responsibility (CSR) Perusahaan Listrik Negara (PLN).

"Program ini sangat membantu masyarakat mendapatkan akses listrik untuk aktivitas sehari-hari dan sekaligus upaya meningkatkan rasio elektrifikasi di Provinsi NTT," katanya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
listrik, plts

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top