KAI & KCI Diminta Tangung Biaya Pengobatan 17 Korban Kereta Anjlok

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menginstruksikan agar PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menanggung seluruh biaya pengobatan dan perawatan penumpang KRL yang kecelakaan di Bogor, Minggu pagi (10/3).
Fajar Sidik
Fajar Sidik - Bisnis.com 10 Maret 2019  |  15:44 WIB
KAI & KCI Diminta Tangung Biaya Pengobatan 17 Korban Kereta Anjlok
KRL anjlok di Kebon Pedes Kota Bogor Minggu (10 - 3).

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menginstruksikan agar PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menanggung seluruh biaya pengobatan dan perawatan penumpang KRL yang kecelakaan di Bogor, Minggu pagi (10/3).

Sebagaimana dilaporkan bahwa kecelakaan kereta api 1722 relasi Jatinegara-Bogor terjadi pada Minggu (10/3/2019), pukul 10.15 WIB menimbulkan korban luka-luka sebanyak 17 orang.

"Kami prihatin atas musibah yang terjadi pagi tadi. Apalagi sampai menimbulkan korban. Kami juga meminta maaf kepada para korban. Saya harap PT KAI dan KCI bisa segera menolong para korban yang terluka akibat kecelakaan ini," kata Deputi Pertambangan dan Industri Strategis serta Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurna dalam keterangan tertulis, Minggu (10/3/2019).

Pihaknya meminta KAI dan KCI segera menangani peristiwa ini. Termasuk penanganan terhadap para korban kecelakaan dengan menanggung biaya perawatan dan pengobatan.

"KAI dan KCI agar menanggung semua biaya perawatan dan pengobatan korban luka. Serta manajemen diharapkan secara bertahap bisa menormalkan sarana perkeretaapian," lanjut dia.

Hal itu agar pelayanan KRL untuk masyarakat tidak terganggu terlalu lama dan bisa kembali menggunakan KRL.

VP Komunikasi PT KCI, Eva Chairunisa menjelaskan para korban sudah dievakuasi. Hingga pukul 12.10 WIB tercatat jumlah korban luka mencapai 17 orang.

Sebanyak 9 orang dilarikan ke Rumah Sakit Salak Bogor dan 8 lainnya di pos kesehatan Stasiun Bogor.

Rencananya kereta yang tidak anjlok akan dievakuasi dengan ditarik sementara ke Stasiun Cilebut. Sementara kereta yang anjlok menunggu proses evakuasi lanjutan karena terkait dengan perbaikan prasarana perkeretaapian.

Untuk perjalanan KRL dari dan tujuan Bogor sejauh ini belum dapat dilayani. Perjalanan KRL dari arah Jakarta Kota maupun Angke atau Jatinegara sejauh ini hanya sampai Stasiun Depok.

Dia mengatakan, bagi para pengguna yang telah membeli tiket atau melakukan tap in dapat melakukan refund di loket stasiun. Untuk pelayanan KRL di lintas lainnya berlangsung normal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
krl

Editor : Fajar Sidik
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top