Sucofindo Raih Penghargaan Indonesia Digital 2019

PT Sucofindo (Persero) mengantongi penghargaan sebagai perusahaan yang berkomitmen melakukan inovasi di bidang digital kepada pelanggan dalam menghadapi perkembangan teknologi di era industri 4.0.
RanuArasyki
RanuArasyki - Bisnis.com 25 Februari 2019  |  10:21 WIB
Sucofindo Raih Penghargaan Indonesia Digital 2019
Fadel Muhammad Komisaris Warta Ekonomi (Kiri) dan Muhamad Ihsan selaku CEO & Chief Editor Warta Ekonomi (Kanan) menyerahkan penghargaan kepada Bachder Djohan Buddin, Direktur Utama Sucofindo (Tengah).

Bisnis.com, JAKARTA--PT Sucofindo (Persero) mengantongi penghargaan sebagai perusahaan yang berkomitmen melakukan inovasi di bidang digital kepada pelanggan dalam menghadapi perkembangan teknologi di era industri 4.0.

Penghargaan ini diberikan oleh Warta Ekonomi dalam acara “Indonesia Digital Award 2019”. Serah terima penghargaan, dilakukan oleh Muhamad Ihsan selaku CEO & Chief Editor Warta Ekonomi dan Fadel Muhammad Komisaris Warta Ekonomi kepada Bachder Djohan Buddin, Direktur Utama Sucofindo, pada Jumat (22/2/2019) di Balai Kartini Jakarta.

Perusahaan berpelat merah ini dinobatkan sebagai “innovative company in providing IT security and IT solution for customers” pada kategori Jasa Profesional, Ilmiah, dan Teknis.

Bachder berpendapat, platform digital mampu membantu perusahaan dan pelanggan untuk mendapatkan dan menghasilkan informasi secara realtime. 

“Digitalisasi sangat penting diterapkan sebagai strategi utama perusahaan dalam meningkatkan pertumbuhan kinerja, dan upaya mendukung serta mempercepat kegiatan operasi. Ke depannya, kita akan terus menjaga komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan, terutama dalam berinovasi digital dan memperluas pasar di bidang IT,” ujarnya.

Ihsan menjelaskan, penilaian yang dilakukan terhadap sejumlah perusahaan yang mengikuti ajang pengharaan tersebut melalui tiga tahapan.Penilaian pertama terhadap digital Inovation dengan mengidentifikasi inovasi digital perusahaan yang dilakukan sejak 2018. Misalnya, produk atau jasa baru berbasis digital, aplikasi digital/mobile, automatisasi internal perusahaan, dan inovasi digital lainnya.

Penilaian kedua diukur berdasarkan digitalisasi proses bisnis dan dampaknya terhadap kinerja perusahaan. Kemudian, lanjut Ihsan, pihaknya menilai dampak yang diterima stakeholder perusahaan  di segi kepuasan atau customer experience dalam mengakses produk dengan inovasi digital dan kemudahan supplier.

Ihsan mengemukakan, proses riset terhadap sejumlah perusahaan itu dilakukan sejak Desember 2018 hingga Januari 2019.

“Tim analis menggunakan survei kualitatif dengan data sekunder dan media monitoring. Data sekunder diambil dari publikasi resmi perusahaan, data resmi asosiasi, data lembaga perusahaan seperti BI, OJK, BPS, dan sebagainya,” ucapnya.

Sementara, media monitoring dilakukan dengan melacak informasi impelementasi digital yang dimuat pada 40 media online mainstream.

Perusahaan yang diteliti bergerak di industri keuangan, perusahaan terbuka, BUMN, dan financial technology.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sucofindo

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top