Kejar Industri 4.0, UGM Punya Laboratorium Artificial Intelligence

Kementerian Perindustrian terus mengajak perguruan tinggi agar semakin aktif dalam melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan khususnya di bidang industri, untuk menghasilkan berbagai inovasi yang dapat dimanfaatkan di era industri 4.0 guna mendongkrak daya saing Indonesia.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 24 Februari 2019  |  13:50 WIB
Kejar Industri 4.0, UGM Punya Laboratorium Artificial Intelligence
Berbagai produk dan teknologi dihadirkan pada Pameran Lab Indonesia 2018, di Jakarta, Rabu (4/4/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - Universitas Gadjah Mada (UGM) memiliki Laboratorium Artificial Intelligence sebagai salah satu langkah strategis dalam menyiapkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) sesuai kebutuhan di era industri 4.0.

UGM, dalam hal ini Fakultas Teknik, mendapatkan hibat satu unit Lean Manufacturing dan Lean Production System, dari PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN). Alat proses produksi yang ringkas dan hemat tersebut, diharapkan dapat menyimulasikan pekerjaan yang sama seperti laiknya di pabrik dengan hasil yang sangat baik.

Rektor UGM Panut Mulyono menyampaikan terima kasih kepada TMMIN yang telah memberikan bantuan laboratoriumnya. Ia berharap bantuan ini akan menjadi berkah dan kemajuan bagi Fakultas Teknik UGM secara khusus, serta secara umumnya bagi bangsa dan negara Indonesia.

“Ini memacu seluruh sivitas akademika untuk berlari lebih cepat lagi untuk mengejar ketertinggalan. Di industri 4.0, teknologi di era 3.0. atau 2.0 harus juga kita kuasai secara serempak, dan saatnya kita mengejar industri 4.0 yang harus dikuasai dengan sangat cepat,” ujarnya dalam keterangan pers Kemenperin, yang dikutip Minggu (24/2/2019).

Direktur PT TMMIN Bob Azam menyatakan, pihaknya selaku pelaku industri merasa sangat senang dapat menjadi bagian dari perkembangan kemajuan pendidikan di Indonesia. TMMIN menyadari bahwa tantangan revolusi industri 4.0 perlu dihadapi dan dipersiapkan sedini mungkin dengan transfer pengetahuan teknologi.

“Jadi, perlu merasakan pengalaman nyata seperti di industri sejak sekolah atau di bangku kuliah. Melalui laboratorium-laboratorium ini, kami berharap praktik yang dilaksanakan dapat menjadi jembatan pengetahuan ke dunia kerja nyata,” paparnya.

Adapun Menperin Airlangga Hartarto memberikan apresiasi kepada UGM dan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yang telah menjalin kolaborasi. TMMIN menghibahkan satu unit Lean Manufacturing dan Lean Production System kepada Departemen Teknik Industri, FT UGM.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Nissan Intelligent Mobility

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup