Ini Komoditas Ekspor Utama dari Tanjung Balai Asahan ke Malaysia

Komoditas seperti buah buahan, ikan segar dan sayuran menjadi komoditas ekspor utama ke Malaysia dari Pelabuhan Tanjung Balai Asahan. Buah pisang paling besar.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 20 Februari 2019  |  20:56 WIB
Ini Komoditas Ekspor Utama dari Tanjung Balai Asahan ke Malaysia
Foto aerial Terminal Penumpang Teluk Nibung, Pelabuhan Tanjung Balai Asahan, di Tanjungbalai, Sumatra Utara, Selasa (19/2/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat
Bisnis.com, TANJUNG BALAI -  Buah-buahan, ikan segar, dan sayuran, menjadi tiga komoditas utama ekspor ke Malaysia dari Pelabuhan Tanjung Balai Asahan.
 
Berdasarkan data Pelindo I Cabang Tanjung Balai Asahan, volume ekspor sepanjang 2018 mencapai 77.190 meter kubik (m3), sedangkan volume impor 14.288 m3.
 
Pisang menyumbang paling besar terhadap volume ekspor, yakni 20%, disusul buah lainnya 4%, ikan segar 16%, ubi 14%, sayuran 12%, jahe 5%, rempah lainnya 12%, terasi 2%, dan barang lain-lain 13%. 
 
"Di Malaysia, sayuran, buah-buahan, dan ikan segar harganya mahal, makanya mereka lebih senang impor dari sini," kata General Manager PT Pelindo I (Persero) Cabang Tanjung Balai Asahan Aulia Rahman Hasibuan, Rabu (20/2/2019).
 
Adapun untuk komoditas impor, menurut  Aulia, volume banyak disumbang oleh boks pendingin ikan. Kotak itu semula dipakai eksportir ikan asal Tanjung Balai.
 
"Ketika kembali ke sini, boksnya itu dihitung sebagai impor," jelasnya.
 
Pelindo Cabang Tanjung Balai Asahan berharap menjadi pintu ekspor impor satu-satunya di Kota Tanjung Balai, terutama untuk kargo nonpeti kemas dalam volume yang tidak besar. 
 
Keunggulan Tanjung Balai adalah pelabuhan ini dapat menjadi tujuan langsung (direct call) ekspor Malaysia, berbeda dengan Pelabuhan Belawan di Medan yang tidak menjadi tujuan langsung ekspor Malaysia karena kapal dari Negeri Jiran harus transit di Singapura. 
 
"Tapi ya kalau lewat Tanjung Balai tidak bisa banyak, paling hanya 20 m3 sampai 40 m3, disesuaikan dengan kapasitas dermaga dan kapal kayu yang membawanya," tuturnya.
 
Perseroan sejauh ini telah mengembangkan kerja sama dengan BUMD dan Pemkot Tanjung Balai untuk menjadikan Pelabuhan Tanjung Balai sebagai pelabuhan ekspor impor di Kota Tanjung Balai. 
 
Untuk itu, Pelindo I mengembangkan terminal kargo yang dilengkapi dermaga sepanjang 204 m, gudang seluas 2.000 m2, dan lapangan penumpukan seluas 1.625 m2. Gudang dan sistem penanganan barang pun ditata untuk meningkatkan pelayanan.
 
Perseroan juga melakukan pendekatan kepada pemilik barang untuk mengembangkan pasar bongkar muat atau logistik. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekspor

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top