Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perlu Langkah Radikal Perbaiki Kinerja Investasi

Bisnis.com, JAKARTA – Ekonom Core M. Faisal menyebutkan bahwa anjloknya investasi asing merupakan imbas dari ketidakpastian global akibat perang dagang. Kondisi ini juga diperparah dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi di berbagai negara asal investor.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 30 Januari 2019  |  20:37 WIB
Kepala BKPM Thomas Lembong (kiri) memberikan paparan didampingi Presiden Direktur PT Bank HSBC Indonesia Summit Dutta, saat konferensi pers BKPM-HSBC Infrastructure Forum di Jakarta, Rabu (3/10/2018). - JIBI/Dwi Prasetya
Kepala BKPM Thomas Lembong (kiri) memberikan paparan didampingi Presiden Direktur PT Bank HSBC Indonesia Summit Dutta, saat konferensi pers BKPM-HSBC Infrastructure Forum di Jakarta, Rabu (3/10/2018). - JIBI/Dwi Prasetya
Bisnis.com, JAKARTA – Ekonom Core M. Faisal menyebutkan bahwa anjloknya investasi asing merupakan imbas dari ketidakpastian global akibat perang dagang. Kondisi ini juga diperparah dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi di berbagai negara asal investor.
Data BKPM menunjukkan realisasi penanamam modal asing (PMA) nilai investasi paling besar masih berasal dari Singapura dengan nilai US$9,2 miliar, Jepang US$4,9 miliar, China  US$2,4 miliar, Hong Kong Rp2 miliar, Malaysia US$1,8 miliar dan negara-negara lainnya di angka US$9 miliar.
“Beberapa negara asal investasi menunjukan adanya penurunan pertumbuhan. Dengan demikian, memang secara tidak lansung investasi di beberapa negara termasuk Indonesia ikut terdampak,” kata Faisal, Rabu (30/1/2019).
Faisal mengakui, tren penurunan investasi tersebut akan terus berlanjut pada tahun ini. Momen tahun politik akan menjadi tantangan bagi pemerintah untuk menjaga asa investasi pada 2019. Dari sisi eksternal, pelambatan ekonomi global tampaknya akan terus terjadi, bahkan dengan pemangkasan outlook pertumbuhan ekonomi dunia, ada risiko besar realisasi investasi pada 2019 justru bakal lebih buruk dibandingkan tahun 2018.
Pemerintah, lanjut Faisal, memang telah melakukan terobosan dalam aspek kebijakan misalnya pemberian paket insentif yang diberikan kepada masyarakat. Namun demikian, pemberian insentif ini tetap tak akan menarik investasi secara signifikan, tanpa adanya pembenahan pada sektor lainnya.
Faisal menyebut, kepastian hukum maupun pelaksanaan kebijakan menjadi hal yang cukup mutlak bagi para investor. Pemerintah harus segera membenahi mekanisme pelaksanaan kebijakan dan sinkronisasi kebijakan, supaya implementasinya konsisten dan tidak  membingungkan para investor.
“Ada beberapa kebijakan yang berubah-ubah dan membingungkan investor. Jadi itu menurut saya yang perlu segera dibenahi oleh pemerintah,” jelasnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi asing
Editor : Achmad Aris

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top