Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Peningkatan Investasi Industri Komponen Dinilai Mampu Dorong Pengembangan Kendaraan Listrik

Pengembangan kendaraan listrik diakselerasi dengan menarik investasi pada industri komponen seperti baterai. Jepang dinilai sebagai salah satu negara potensial sebagai investor mengingat teknologi kendaraan listriknya yang telah maju.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 30 Januari 2019  |  05:22 WIB
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Harjanto berbincang dengan Deputy Director-General, Manufacturing Industries Bureau, Ministry of Economy, Trade and Industry (METI) Yoji Ueda dalam acara Indonesia-Japan Automotive Seminar di Jakarta, Selasa (29/01/2019). - Istimewa
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Harjanto berbincang dengan Deputy Director-General, Manufacturing Industries Bureau, Ministry of Economy, Trade and Industry (METI) Yoji Ueda dalam acara Indonesia-Japan Automotive Seminar di Jakarta, Selasa (29/01/2019). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Pengembangan kendaraan listrik diakselerasi dengan menarik investasi pada industri komponen seperti baterai. Jepang dinilai sebagai salah satu negara potensial sebagai investor mengingat teknologi kendaraan listriknya yang telah maju.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Harjanto, Senin (29/01/2019). Dia menjelaskan pengembangan kendaraan listrik didorong oleh beroperasinya industri komponen, yakni pabrik baterai di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah.

Pabrik yang diremikan pada Jumat (11/01/2019) tersebut memiliki kapasitas produksi 50.000 ton produk intermediate nikel hidroksida, 150.000 ton baterai kristal nikel sulfat, 20.000 ton baterai kristal sulfat kobalt, dan 30.000 ton baterai kristal sulfat mangan.

Harjanto menjelaskan untuk terus mengembangkan industri komponen utama kendaraan listrik akan diberikan dukungan insentif fiskal berupa tax holiday. Adapun, industri pembuat motor listrik–magnet dan kumparan motor–didukung dengan mini tax holiday.

"Sebelumnya, saya sudah sampaikan ke investor Korea dan negara lain. Saat ini, kami berharap Jepang juga bisa masuk ke wilayah yang sedang kita butuhkan untuk pengembangan kendaraan listrik," ujar Harjanto dalam keterangan resmi.

Deputy Director-General, Manufacturing Industries Bureau, Ministry of Economy, Trade and Industry (METI) Yoji Ueda menyampaikan, Indonesia dan Jepang telah lama menjalin hubungan kerja sama yang komprehensif terutama dalam pengembangan sektor industri.

Dia menjelaskan, Jepang memainkan peran utama dalam kontribusi di sektor otomotif. Jepan pun secara serius mengembangkan kendaraan listrik untuk pengamanan pasokan energi yang stabil.

Untuk itu, METI memperkenalkan kebijakan elektrifikasi industri otomotif dan langkah kebijakan untuk promosi xEV (keragaman kendaran listrik) di Jepang.

"Penting bagi pemerintah untuk memilih xEV dari sudut pandang yang seimbang, antara keamanan energi, pengurangan emisi gas rumah kaca, dan kebutuhan pembeli. Untuk mencapai tujuan ini, Jepang mendorong kerja sama dengan negara-negara lain dan secara aktif berbagi pengalaman mengenai pengembangan kendaraan listrik," ujar Yoji.

Pengembangan tersebut dinilai dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk menarik investasi di sektor kendaraan listrik. Harjanto menjelaskan peningkatan investasi penting untuk mencapai target utama pengembangan kendaraan listrik, yaitu ketahanan energi dan ramah lingkungan.

Dengan peta jalan pengembangan industri otomotif nasional yang ditopang industri komponen, diproyeksikan populasi mobil listrik pada 2025 akan mencapai 400.000 unit atau 20% dari total produksi yang diproyeksikan sebesar dua juta unit. Selain itu, populasi motor listrik diproyeksikan akan mencapai dua juta unit.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kementerian perindustrian
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top