Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah Kebut Aturan Penghapusan Kewajiban Laporan Surveyor (LS)

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menjanjikan bahwa aturan terbaru terkait penghapusan kewajiban laporan surveyor (LS) terhadap sejumlah komoditas ekspor yang dimaksudkan untuk mendongkrak ekspor Tanah Air tersebut akan terbit dalam waktu sepekan ini.
Puput Ady Sukarno
Puput Ady Sukarno - Bisnis.com 24 Januari 2019  |  21:21 WIB
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memberikan penjelasan kepada awak media, di Jakarta, Senin (7/1/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memberikan penjelasan kepada awak media, di Jakarta, Senin (7/1/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menjanjikan bahwa aturan terbaru terkait penghapusan kewajiban laporan surveyor (LS) terhadap sejumlah komoditas ekspor yang dimaksudkan untuk mendongkrak ekspor Tanah Air tersebut akan terbit dalam waktu sepekan ini.

Pihaknya masih membutuhkan waktu sekitar sepekan ke depan karena akan terdapat beberapa Permendag yang perlu diubah terlebih dahulu.

"Seminggu ini selesai," ujarnya usai Rakor Peningkatan Ekpor, di Kemenko Perekonomian, Rabu (24/1/2019).

Mendag berharap aturan tersebut dapat segara diselesiakan sehingga bisa segera diterapkan, guna mendongkrak ekspor, yang pada ujungnya dapat mengatasi persoalan defisit neraca dagang Indonesia yang tahun lalu mengalai defisit yang cukup besar.

"Intinya ini kita bikin kemudahan. Semua yang bisa disederhanakan kita sederhanakan LS-nya. Misalnya, mineral, batubara, sawit. Buat apa diperiksa bolak balik, di sana [negara tujuan] ada di sini ada," ujarnya.

Menurutnya, dengan penghapusan wajib LS bagi sejumlah komoditas ekspor itu, tidak akan berdampak bagi perusahaan perusahaan surveyor di Tanah Air.

"Yang penting ekspornya. Intinya semua ekspor kita buat permudah, kita sederhanakan. Ya buat apa diperiksa dua kali, kan ada duplikasinya. Di sana diperiksa, di sini diperiksa. Toh ada bea cukai juga diperiksa. Yang bisa dihilangkan ya dihilangkan. Jadi ini satu bentuk kemudahan dan kita akan ubah Permendagnya," ujarnya.

Kendati demikian, Enggar belum bisa memastikan bahwa akan berpengaruh seberapa besar dari upaya yang ditempuh dengan menghilangkan kewajiban LS tersebut.

"Enggak bisa langsung secara kuantiti langsung dihitung dampaknya. Kita bicara kemudahan, percepatan, mengurangi berbagai biaya yang tidak perlu," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor
Editor : Achmad Aris

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top