Bulog Data Calon Pembeli Jagung Impor

Perum Bulog sedang mendata peternak yang akan membeli jagung impor tahap II sebesar 30.000 ton demi memaksimalkan serapan komoditas tersebut.
Pandu Gumilar | 10 Januari 2019 20:11 WIB
Petani mengupas kulit jagung menjelang panen di Desa Polagan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Kamis (3/1/2019). - ANTARA/Saiful Bahri

Bisnis.com, JAKARTA - Perum Bulog sedang mendata peternak yang akan membeli jagung impor tahap II sebesar 30.000 ton demi memaksimalkan serapan komoditas tersebut.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan perseroan sedang mendata para peternak yang akan membeli jagung impor. Pasalnya, Buwas tidak ingin jagung yang telah datang justru tidak akan terserap.

"Bulog melaksanakan [impor karena] yang minta peternak. Kebutuhan mereka kami data dari seluruh indonesia, hasilnya itu kebutuhan sekian. Kami impor sesuai dengan kebutuhan dan terus kita distribusikan dan kita enggak akan ada stok karena sesuai dengan kebutuan," katanya Kamis (10/1).

Menurutnya, sejauh ini Kementerian Perdagangan belum menerbitkan izin untuk tambahan impor jagung. Rencana impor tambahan baru berasal dari hassil rapat koordinasi terbatas yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Budi mengatakan seharusnya sebelum pekan ini berakhir, izin impopr sudah diterbitkan. Pasalnya, jagung tersebut ditargetkan sampai pada Februari.

"Februari [sampai] karena setelah itu ada panen kita tidak boleh impor lagi kalau sudah panen nanti bertabrakan waktunya. kita [disangka] enggak berpihak pada petani," katanya.

Perum Bulog pun belum menentukan apakah akan mengimpor jagung dari Brazil atau Argentina. Budi akan memberikan tanda tangan pembelian pada pelaku yang memberikan harga paling kompetitif.

Jagung tersebut akan dijual kepada peternak di rentang harga antara Rp4.000/kg-Rp4.500/kg. Seandainya jumlah impor kedua tidak bisa menambal kebutuhan peternak, Buwas tidak enggan untuk menambah jumlah impor jagung di kemudian hari.

"Ya enggak apa-apa [menambah impor lagi] kita akan ajukan lagi penugasan kepada pemerintah. [Kalau kurang] ya ajukan lagi," katanya.

Perihal impor jagung tahap pertama Buwas mengatakan masih ada kekurang 26.000 ton yang belum tiba. Targetnya sebelum pekan ini berakhir kekurangan sudah dapat terpenuhi semuanya.

Dia mengatakan meskipun belum tiba semua, tetapi pada dasarnya semua jagung sudah terpesan habis oleh peternak dan UKM.

"Kita impor 100.000 ton begitu datang itu langsung didistribusikan ke peternak. Jadi di gudang kami hanya sementara itu pun karena belum diambil saja. Tapi sebenarnya kami tidak mau menyetok berlebihan nanti kalau panen kan kasihan petani jadi sesuai kebutuhan saja," pungkasnya.

Tag : jagung, pakan ternak
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top