Bos Bank Dunia Mundur Mendadak, Perebutan Kursi Rentan Picu Perselisihan

Presiden Bank Dunia, Jim Yong Kim tiba-tiba memutuskan untuk mengundurkan diri, meskipun masih ada lebih dari tiga tahun sebelum masa jabatannya berakhir. Pengunduran diri ini berpotensi memicu perselisihan internasional mengenai siapa yang menggantikannya ketika pemerintahan Trump mempertanyakan tujuan dari lembaga pemberi pinjaman ini.
Aprianto Cahyo Nugroho | 08 Januari 2019 12:29 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) berbincang dengan Presiden Grup Bank Dunia Jim Yong Kim sebelum melakukan sesi foto bersama para menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara G20 di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10/2018). - ANTARA/Nicklas Hanoatubun

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Bank Dunia, Jim Yong Kim tiba-tiba memutuskan untuk mengundurkan diri, meskipun masih ada lebih dari tiga tahun sebelum masa jabatannya berakhir.

Pengunduran diri ini berpotensi memicu perselisihan internasional mengenai siapa yang menggantikannya ketika pemerintahan Trump mempertanyakan tujuan dari lembaga pemberi pinjaman ini.

Dilansir dari Bloomberg, Kristalina Georgieva akan mengambil-alih sebagai presiden sementara pada 1 Februari, menurut pernyataan resmi Bank Dunia, Senin (7/1/2019). Dalam e-mail ke karyawan, Kim mengatakan dia akan bergabung dengan perusahaan swasta yang berfokus pada investasi infrastruktur di negara-negara berkembang.

"Peluang untuk bergabung dengan sektor swasta tidak terduga, tetapi saya telah menyimpulkan bahwa ini adalah jalur di mana saya dapat membuat dampak terbesar pada isu-isu global utama seperti perubahan iklim dan defisit infrastruktur di pasar negara berkembang," kata Kim, seperti dikutip Bloomberg. .

Kim memulai masa jabatan periode keduanya di Bank Dunia pada 1 Juli 2017. Dia membantu kreditor memenangkan dukungan dari negara-negara anggotanya pada April untuk peningkatan modal US$13 miliar, setelah AS membatalkan proposal untuk membatasi sumber daya Bank Dunia.

Calon Pilihan

Presiden Donald Trump diperkirakan mengajukan kandidat warga Amerika yang lebih disukai untuk menggantikan Kim, yang sebelumnya dinominasikan oleh Barack Obama. Pilihan tersebut dapat menjadi kontroversial jika calon tersebut memiliki pandangan yang sama seperti Trump terhadap lembaga internasional seperti Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan NATO.

Penasihat keamanan nasional presiden, John Bolton, menulis sebuah artikel pada tahun 2016 yang mengutip argumen untuk memprivatisasi Bank Dunia, sementara Wakil Menteri Keuangan untuk Urusan Internasional, David Malpass, mempertanyakan mengapa lembaga tersebut menyalurkan begitu banyak pinjaman ke China ketika negara itu sudah memiliki akses ke pasar keuangan global.

Keputusan Trump dapat memengaruhi cara bank menyebarkan modalnya pada saat pasar negara emerging markets menghadapi tekanan dari kenaikan suku bunga AS dan ketegangan perdagangan. Bank Dunia berkomitmen menyalurkan hingga US$64 miliar dalam bentuk pinjaman kepada negara-negara berkembang pada tahun fiskal yang berakhir 30 Juni tahun lalu.

Proses seleksi

AS adalah pemegang saham di Bank Dunia, yang dibentuk selama Perang Dunia II untuk membiayai rekonstruksi Eropa. Sejak saat itu, Bank Dunia berfokus pada pengentasan kemiskinan ekstrem di seluruh dunia.

Sejak didirikan tahun 1945, Bank dunia terus dipimpin oleh warga AS, sedangkan lembaga sandingannya, Dana Moneter Internasional (IMF), selalu dipimpin oleh warga Eropa sebagai bagian dari pemahaman tidak tertulis antara kekuatan-kekuatan Barat. Mantan Menteri Keuangan Prancis Christine Lagarde adalah kepala IMF saat ini.

Tetapi beberapa negara telah mendorong perwakilan dari negara berkembang. Proses pemilihan dikelola oleh dewan direksi bank, yang mewakili 189 negara anggota pemberi pinjaman.

"Ini selalu benar-benar tentang koalisi, dan satu koalisi kunci yang telah diadakan selama 75 tahun adalah AS-Eropa," kata Scott Morris, senior partner di Center for Global Development dan mantan wakil sekretaris untuk keuangan pembangunan di Departemen Keuangan AS di bawah Obama.

Tak Ada yang Pasti

Morris mengungkapkan bahwa pemerintahan Trump akan menghadapi perlawanan dari negara-negara lain jika dia mengajukan calon yang secara terbuka memusuhi bank. "Mereka harus keluar dan mendapatkan suara dari negara anggota lain, dan tidak ada hal yang pasti," lanjutnya

Meskipun presiden AS biasanya menominasikan orang yang akhirnya mengepalai Bank Dunia, dewan eksekutif yang memiliki keputusan akhir. Dewan mengatakan pada hari Senin akan segera memulai proses untuk memilih pengganti Kim.

Kim diangkat pada 2012 untuk menggantikan Robert Zoellick. Kim sebelumnya adalah presiden Dartmouth College dan kepala departemen HIV/AIDS di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ia lahir 59 tahun lalu di Seoul dan dibesarkan di Iowa. Kim memiliki gelar medis dan PhD di bidang antropologi dari Universitas Harvard.

Pengunduran diri Kim membuat staf dan dewan lengah, kata ungkap salah seorang sumber yang mengetahui pengunduran dirinya. Kim memberi tahu dewan eksekutif pada pertemuan Senin pagi, setelah memberikan sedikit indikasi bahwa ia berencana untuk pergi, ungkap sumber tersebut.

Kim menjalin hubungan dekat dengan putri Trump, Ivanka, yang bekerja sebagai penasihat Gedung Putih. Pada tahun 2017, Bank Dunia memulai pendanaan untuk membiayai wirausaha perempuan, yang merupakan ide yang dikembangkan bersama dengan putri presiden. Pendanaan senilai lebih dari US$1 miliar tersebut akan digunakan untuk meningkatkan akses modal bagi perempuan.

Tag : bank dunia
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top