Pertamina Operasikan BBM Satu Harga di 123 Wilayah

PT Pertamina (Persero) telah mengoperasikan 69 titik BBM Satu Harga dari target 67 titik sepanjang 2018 di daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) di Indonesia.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 31 Desember 2018  |  16:14 WIB
Pertamina Operasikan BBM Satu Harga di 123 Wilayah
Petugas mengisi bahan bakar minyak (BBM) ke truk tangki di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (20/12/2018). - ANTARA/Didik Suhartono

Bisnis.com, JAKARTA – PT Pertamina (Persero) telah mengoperasikan 69 titik BBM Satu Harga dari target 67 titik sepanjang 2018 di daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) di Indonesia.

Dengan capaian ini, total sudah 123 titik BBM Satu Harga yang dibangun Pertamina sejak mendapat tugas BBM Satu Harga pada 2017.

Vice President Corporate Communications Pertamina Adiatma Sardjito menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, khususnya tim pelaksana BBM Satu Harga yang telah bekerja keras dan mendedikasikan pengabdiannya, untuk mewujudkan pemerataan energi di daerah 3T di seluruh wilayah Indonesia.

“Meskipun pada 2018 target yang ditetapkan lebih banyak dibandingkan dengan tahun lalu, dengan sinergi dan komitmen yang tinggi dari semua pihak, alhamdulillah, justru pencapaiannya melebihi target,” katanya dalam keterangan resmi, Senin (31/12/2018).

Sejauh ini, operasional BBM Satu Harga tersebar di seluruh wilayah 3T mulai dari Sumatra, Jawa - Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku hingga Papua. Titik BBM Satu Harga terbanyak berada di Papua dengan 28 titik, disusul Kalimantan (27 titik), Sumatera (24 titik), Nusa Tenggara (15 titik), Sulawesi (14 titik), Maluku (11 titik), dan Jawa – Bali (4 titik).

Pertamina menyalurkan BBM Satu Harga melalui berbagai moda transportasi baik mobil tangki, kapal laut, sampan, hingga pesawat Air Tracktor khusus pengangkut BBM.

“Prinsipnya, kami berupaya untuk menyalurkan BBM ke daerah 3T secara kontinyu. Itulah komitmen Pertamina sebagai perwujudan BUMN hadir untuk negeri, sehingga saudara-saudara kita di seluru pelosok Tanah Air bisa merasakan BBM dengan harga yang sama dengan daerah lain,” tambah Adiatma.

Pertamina menyatakan BBM Satu Harga telah mendorong aktivitas perekonomian di daerah 3T karena akses masyarakat ke BBM semakin mudah. Harga BBM di tiap pulau yang sebelumnya berkisar Rp7.000-Rp100.000 per liter, kini menjadi Rp6.450 untuk premium dan Rp 5.150 untuk solar.

Harga BBM di Sumatra dan Kalimantan sebelumnya berada di kisaran Rp8.000-Rp40.000 per liter, di Maluku antara Rp8.000-Rp17.000 per liter, Sulawesi antara Rp8.000-Rp25.000 per liter, Nusa Tenggara antara Rp8.000-Rp9.500 per liter, serta tertinggi Papua antara Rp15.000-Rp100.000 per liter.

“BBM Satu Harga telah mendorong efisiensi biaya transportasi, harga barang-barang juga menurun sehingga pertumbuhan ekonomi di wilayah semakin menggeliat, karena BBM adalah energi bagi pergerakan ekonomi masyarakat,” paparnya.

Berdasarkan Kep. Dirjen Migas No.09.K/10/DJM.O/2017 tanggal 23 Januari 2017, tentang Lokasi Tertentu Untuk Pendistribusian JBT & JBKP, Pertamina ditargetkan mendirikan lembaga penyalur BBM Satu Harga di 150 titik selama 3 tahun pada 2017-2019. Pada 2017, perseroan dibebankan target 54 lokasi, pada 2018 sebanyak 67 lokasi, dan 29 lokasi pada 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pertamina, bbm satu harga

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top