Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kontrak Rp1,82 T Diteken, Proyek Dua Bendungan Dimulai

Pembangunan dua bendungan di Jawa Tengah, Randugunting dan Jlantah dimulai setelah ditekennya penandatanganan kontrak dengan total nilai mencapai Rp1,82 triliun.
Irene Agustine
Irene Agustine - Bisnis.com 10 November 2018  |  09:20 WIB
Kontrak Rp1,82 T Diteken, Proyek Dua Bendungan Dimulai
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Pembangunan dua bendungan di Jawa Tengah, Randugunting dan Jlantah dimulai setelah ditekennya penandatanganan kontrak dengan total nilai mencapai Rp1,82 triliun.

Pembangunan bendungan Randugunting di Kabupaten Blora dikerjakan oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. – PT Andesmont dengan bentuk Kerjasama Operasi (KSO). Nilai kontrak proyek Randugunting mencapai Rp858 miliar dengan waktu pelaksanaan November 2018 – November 2022. 

Sementara itu, proyek bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar dikerjakan oleh PT. Waskita Karya (Persero) – PT Adhi Karya secara KSO dengan nilai kontrak sebesar Rp965 miliar.

Sekretaris Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Muhammad Arsyadi mengingatkan bahwa pelaksanaan pekerjaan memperhatikan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), kualitas dan lingkungan. 

“Pekerjaan harus dilakukan full speed sejak awal. Sebagaimana disampaikan Menteri PUPR Bapak Basuki Hadimuljono, langgamnya harus rock and roll dengan menambah personil dan shift kerja. Untuk konsultan supervisi, kualifikasi tenaga ahli yang ditugaskan harus sesuai dengan yang dijanjikan dalam penawaran,” kata Arsyadi, dikutip dari keterangan resmi, Jumat (9/11/2018).

Kepala Pusat Bendungan Kementerian PUPR Ni Made Sumiarsih menambahkan bendungan Randugunting akan memiliki kapasitas tampungan efektif 8,61 juta m3 dan memiliki manfaat untuk mereduksi debit banjir sebesar 81,42 m3/detik, penyedian air irigasi seluas 630 ha, penyediaan air baku sebesar 150 liter/detik, serta pariwisata.

Sementara itu, bendungan Jlantah memiliki kapasitas tampungan efektif 8,3 juta m3. Bendungan dengan multi manfaat untuk sumber air irigasi seluas 1.493 ha, konservasi pemeliharaan aliran sungai sebesar 120 liter/detik, serta penyedia tenaga listrik 625 KW.

Dengan tambahan dua bendungan tersebut, jumlah bendungan baru yang dimulai konstruksinya menjadi 5 bendungan di tahun 2018. Tiga bendungan yang sudah tandatangan kontrak sebelumnya yakni Tiga Dihaji di Sumatera Selatan, Bener di Jawa Tengah, dan Bendungan Sidan di Bali.

Secara total dari target 65 bendungan, jumlah bendungan selesai sebanyak 9 bendungan, dalam tahap konstruksi berjumlah 39 bendungan dan sisanya ditargetkan bisa tandatangan kontrak pada akhir 2018 dan tahun 2019. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bendungan
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top