Transaksi Ekpor dan Investasi di Trade Expo Capai US$6,5 Miliar

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyebutkan hari keempat Trade Expo Indonesia 2018 mencatatkan transaksi ekspor dan investasi senilai US$6,5 miliar. Angka ini melesat tajam dibanding target pemerintah sebesar US$1,5 miliar.
Rayful Mudassir | 27 Oktober 2018 19:27 WIB
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meninjau rumah tahan gempa di sela-sela pembukaan Trade Expo Indonesia ke-33 di Tangerang, Banten, Rabu (24/10/2018). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyebutkan hari keempat Trade Expo Indonesia 2018 mencatatkan transaksi ekspor dan investasi senilai US$6,5 miliar. Angka ini melesat tajam dibanding target pemerintah sebesar US$1,5 miliar.

Dalam penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) tahun ini, pemerintah pertama kalinya memasukan kesepakatan investasi dalam expo tersebut. Tahun sebelumnya, pemerintah hanya fokus pada transaksi penjualan ke luar negeri.

Enggar menyebutkan nilai investasi perdagangan yang disepakati Indonesia dengan negara lain mencapai US$5 miliar. Sedangkan sisanya merupakan nilai ekspor yang terjadi antara eksportir dan buyer.

“Investasi terjalin dengan beberapa negara, seperti China juga Thailand. Investasi itu lebih ke industri, produk IT di kawasan industri, industrial estate dari China, Thailand. Dominan dari China,” katanya di Indonesia Convention Exhibition, Tangerang, Sabtu (27/10/2018).

Menurut Enggar kesepakatan ekspor yang dilakukan dengan pelaku bisnis lebih beragam. Beberapa kesepakatan ekspor di antaranya produk crude palm oil (CPO), produk olahan, produk kimia hingga kertas.

Namun tidak dijelaskan produk mana yang paling mendominasi ekspor kali ini. Meski telah melampaui target sebelumnya, pemerintah belum bisa memastikan pencapain akhir pameran kali ini.

“Hal ini tidak mendadak terjadi. Sebelum expo dimulai kami sudah melakukan berbagai pendekatan dengan negara lain termasuk pendekatan yang dilakukan oleh perwakilan di luar negeri termasuk Kedutaan Besar RI, Indonesia Trade Promotion Center hingga Atase Perdagangan,” ujarnya.

Selama ini kata Mendag, pemerintah melakukan upaya lebih ofensif untuk mendatangkan investasi serta meningkatkan nilai ekspor. Selain itu, kualitas produk dalam negeri harus terus ditingkatkan. Upaya ini dimaksudkan untuk meyakinkan para peminat luar negeri.

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top