PEMBANGKIT LISTRIK, Proyek PLTA Jatigede Capai 45%

Progres fisik pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jatigede 2x55 megawatt (MW) secara keseluruhan telah mencapai 44,89%.
Denis Riantiza Meilanova | 21 Oktober 2018 19:34 WIB
Suasana Waduk Jatigede di Sumedang, Jawa Barat, Kamis (6/4). - Antara/Aprillio Akbar

BI/ENERGI
Denis Riantiza M 142
21/10/2018

Kemajuan Fisik PLTA Jatigede Capai 44,89%


Bisnis.com, BANDUNG - Progres fisik pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jatigede 2x55 megawatt (MW) secara keseluruhan telah mencapai 44,89%.

Berdasarkan data per 25 September 2018 menunjukkan realisasi pekerjaan engineering telah mencapai 2,56%, procurement 11,73%, dan kontruksi sudah 30,59%.

Manajer PMIS dan Administrasi Teknik PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah I (PLN UIP JBT I) Ainanto Nindyo mengatakan, tantangan terbesar yang dihadapi dalam pembangunan PLTA Jatigede adalah pembuatan terowongan air. Kondisi geologi wilayah sekitar yang cukup buruk membuat pengerjaan terowongan menjadi cukup berisiko.

"Kami tidak tahu risiko yang akan terjadi bagaimana. Bisa ada sungai basah tanah, bisa juga ada gas beracun, patahan. Tantangan cukup besar. Walaupun akhir-akhir ini ada pengerutan dan tanah ada beberapa collaps," ujar Ainanto di Bandung, Jumat malam, (20/10).

Terkait perizinan, pihak PLN UIP JBT I kini tinggal menyelesaikan satu perizinan terkait pengerjaan bendungan irigasi. Ainanto berujar status perizinan yang semula untuk irrigation regulating weir akan dinaikkan menjadi regulating dam.

Adanya perubahan desain bendungan irigasi tersebut untuk mengantisipasi jumlah debit banjir yang diperkirakan lebih besar daripada yang direncanakan. Perubahan desain ini masih dalam kajian sehingga perhitungan penambahan investasi proyek ini belum diketahui.

Di sisi lain, saat ini material untuk peralatan utama, seperti turbin, mulai didatangkan dari Cina.

"Mungki masih ada beberapa shipment. Sampai akhir tahun sekitar 12 shipment," kata Ainanto.

Bila tak ada hambatan yang berarti, PLTA Jatigede dijadwalkan mulai masuk ke sistem PLN pada akhir 2019.

Pengerjaan proyek yang masuk dalam Fast Track Program (FTP) 2 ini dikerjakan oleh perusahaan rekaya dan kontruksi asal Tiongkok, Synohydro dan PP Consortium. Nilai investasi proyek ini mencapai US$82,56 juta dan Rp635 miliar yang berasal dari dana APLN dan pendanaan Export Credit (ECA) Sumitomo Mitsui Banking Corporation (China) Limited.

Nantinya, PLTA ini akan memasok listrik Gardu Induk (GI) Sunyaragi (Cirebon) dan GI Rancaekek (Bandung).

PLTA ini terletak di Kabupaten Sumedang yang meliputi Kecamatan Jatigede (Desa Kadujaya, Desa Cijeungjing, dan Desa Karedok) dan Kecamatan Tomo (Desa Cipeles).


PLTA ini dimanfaatkan untuk meningkatkan keandalan sistem listrik di sub-sistem Bandung Selatan dan sub-sistem Mandirancan. Selain itu, PLTA Jatigede juga dibangun untuk mengurangi beban Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Sunyaragi-Rancaekek.


PLTA Jatigede akan memanfaatkan air waduk Jatigede yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Waduk Jatigede merupakan waduk terbesar kedua di Indonesia setelah waduk Jatiluhur Purwakarta dan terbesar di Asia Tenggara. Dengan total kepala keluarga (KK) yang terkena proyek waduk ini sebanyak 11.469 KK dengan luas lahan sekitar 4.983 Hektar

Tag : plta
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top