Startup Kreatifood Berhasil Serap Rp25 miliar dari Investor

Perusahaan startup kuliner peserta Kreatifood berhasil menarik investor dan lembaga pembiayaan dengan menyerap dana besar Rp23 miliar-Rp25 miliar selama periode 2016-2018.
Choirul Anam | 18 Oktober 2018 20:44 WIB
Kepala Subdirektorat Pasar Segmen Pengembangan Pasar Dalam Negeri Deputi Pemasaran Bekraf Muhammad Jufry (kiri) bersama Bonnie Susilo, Perwakilan dari Perkumpulan FoodStartup Indonesia (kanan) di Malang, Kamis (18/10/2018) - Bisnis/Choirul Anam

Bisnis.com, MALANG—Perusahaan startup kuliner peserta Kreatifood berhasil menarik investor dan lembaga pembiayaan dengan menyerap dana besar Rp23 miliar-Rp25 miliar selama periode 2016-2018.

Kepala Subdirektorat Pasar Segmen Pengembangan Pasar Dalam Negeri Deputi Pemasaran Bekraf Muhammad Jufry mengatakan badan tersebut berusaha mengembangkan perusahaan startup kuliner dengan menghubungkan dengan kanal distribusi dan pemasaran produk juga terjadinya investasidari akses permodalan nonperbankan lewat Kreatifood.

“Dari penyelenggaraan Kreatifood 2016 sampai saat ini, startup kuliner peserta kegiatan tersebut sudah berhasil menyerap investasi maupun permodalan Rp23 miliar-Rp25 miliar,” katanya di  Malang, Kamis (18/10/2018).

Bonnie Susilo, Perwakilan dari Perkumpulan FoodStartup Indonesia mengatakan start up kuliner peserta Kreatifodod berhasil menyerap pembiayaan sebesar itu karena investor sudah yakin terhadap kualitas mereka. Hal itu terjadi karena untuk menjadi peserta Kreatifood harus melewati seleksi yang ketat dan mendapatkan kurasi dari banyak profesional.

Kreatifood 2018 diselenggarakan di 10 kota di seluruh Indonesia. Kota yang sudah diselenggarakan kegiatan tersebut, yakni Surabaya, Medan, Palembang, Yogyakarta, Jakarta, dan Bandung. Di Malang, Kreatifood digelar Jumat-Minggu (19-21/10/2018). Kota berikutnya, Makassar, Samarinda, dan Denpasar.

Kreatifood Expo 2018 di Surabaya dan Kreatifood Showcase 2018 di Medan, Palembang, Yogyakarta, Jakarta, dan Bandung, kata Jufry, telah berhasil mempertemukan antara reseller/distributor dengan para anggota FoodStartup Indonesia.

Hampir seluruh peserta Kreatifood 2018 Expo di Surabaya dan Showcase di Medan, Palembang, Yogyakarta, Jakarta, dan Bandung telah berhasil memperluas pasarnya di wilayah kota di Surabaya, Medan, Palembang, Yogyakarta, Jakarta, dan Bandung. Selama penyelenggaraan di  6 kota tersebut, telah diperoleh transaksi penjualan dengan nilai lebih dari Rp600 juta.

Haveltea, salah satu brand yang mengikuti Kreatifood, telah berhasi lmengekspor 100.000 tea bag ke Singapura dan sedang menjajaki peluang ekspor ke Vietnam, Kamboja, dan Brazil.

Haveltea juga memperoleh distributor barudi Surabaya dan 30 kafe di Indonesia yaitu Pekanbaru, Jakarta, Bandung, Semarang, Purwokerto, Malang, Bali, Mojokerto, dan Jogjakarta.

Untuk mendaftar Kreatifood 2018, maka start up harus terkurasi dalam platform FoodStartup Indonesia, karena kegiatan tersebut merupakan  program lanjutan dan pendukungan FoodStartup Indonesia pada bidang pemasaran.

Salah satu syarat kurasi adalah pemilik produk harus berani berpameran di kota lainnya, berbeda dengan kota asal domisili mereka sehingga akan membuka kesempatan masyarakat mengetahui produk yang dimilikinya.

Dalam setiap acara Kreatifood, kata Jufry,  Bekraf mengundang pelaku ekonomi kreatif (ekraf) kuliner untuk mengikuti kelas mini di setiap kota, seperti ilmu investasi, kesiapan memasarkan di luar negeri, dan bagaimana melakukan pengembangan kapasitas produksi.

Kreatifood diinisiasi oleh Deputi Pemasaran, Bekraf sejak akhir tahun 2016.Dengan adanya keterlibatan penuh dari pemerintah, dan bekerjasama dengan pihak swasta, maka perkembangan ekonomi kreatif akan berlangsung lebih cepat dan menginspirasi para pelaku ekonomi kreatif lainnya.

Menurut Jufry, perkembangan usaha dari start up peserta Kreatifood terus dipantau. Setiap tiga bulan sekali, mereka harus melaporkan perkembangan usahanya. “Ujungnya, nantinya mereka diarahkan untuk dapat mengekspor produknya,” ucapnya.

Menurut Bonnie, kepersertaan Kreatifood dibatasi hanya 100 startup setiap tahunnya. Untuk dapat mengikuti kegiatan tersebut, maka startup harus mendaftar setiap.

Tag : malang, StartUp
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top