Bisnis.com, NUSA DUA, Bali — Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo mengungkapkan pihaknya akan memberikan insentif bagi desa yang mengimplementasikan inovasi.
Eko mengatakan akan membahas bagaimana berbagi pengetahuan, khususnya inovasi desa, dalam “Fourth High Level Meeting on Country-Led Knowledge Sharing (HLM4 on CKS)” yang berlangsung di Nusa Dua Bali, 15 Oktober 2018-17 Oktober 2018. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional bersama World Bank Group.
Dia menjelaskan topik utama dalam diskusi tersebut yakni bagaimana knowlegde sharing bisa diimplementasikan di Indonesia. Sejauh ini, pihaknya mengklaim telah mendokumentasikan inovasi yang hadir dari desa.
Dokumentasi tersebut, sambungnya, dikemas dalam bentuk tulisan dan video. Hal itu agar kreasi yang dihasilkan mudah kembali dlihat.
“Sekarang ini ada lebih dari 30.000 inovasi yang bisa dicopy. Ada insentif tahun ini senilai US$100.000 atau setara Rp1,5 miliar untuk desa yang implementasikan inovasi,” ujarnya di Nusa Dua, Senin (15/10/2018).
Eko menyatakan akan terus mendampingi para pemangku kepentingan dalam mengimplementasikan inovasi. Diharapkan, insentif yang diberikan nantinya dapat menjadi motor dan contoh bagi desa-desa lainnya.
Baca Juga
Seperti diketahui, “Fourth High Level Meeting on Country-Led Knowledge Sharing (HLM4 on CKS)” mengangkat tema “Local Innovation as Driver Global Development” dengan didukung oleh Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kementerian Kesehatan.
Selain itu, terlibat juga Kementerian Pendidikan & Kebudayaan, Tim Koordinasi Nasional Kerja sama Selatan-Selatan, Islamic Development Bank (IsDB), Kerja sama Jerman, Japan International Cooperation Agency (JICA), dan USAID.