Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengembang Smarthome Harus Lihat Potensi Pasar

Pengamat properti sekaligus Vice President Coldwell Banker Dani Indra Bhatara menilai potensi penjualan hunian konsep smarthome tetap harus melihat potensi pasar, apalagi dengan kondisi pasar properti yang masih belum membaik.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 01 Oktober 2018  |  20:35 WIB
Hunian berkonsep smart living' - Istimewa
Hunian berkonsep smart living' - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Pengamat properti sekaligus Vice President Coldwell Banker Dani Indra Bhatara menilai potensi penjualan hunian konsep smarthome tetap harus melihat potensi pasar, apalagi dengan kondisi pasar properti yang masih belum membaik.

"Dengan kondisi pasar properti yang sedang sulit, pengembang akan mengalami dampak tersebut. Akan tetapi, memungkinkan jika minat terhadap produk smarthome sedikit lebih tinggi," kata Dani kepada Bisnis pada Senin (1/10/2018)

Dani mengatakan pengembang harus mampu membaca potensi pasar, apakah yang dibangun apartemen atau rumah tapak, potensi lokasi dan besaran cluster.

Menurut Dani, lokasi penting karena di Bekasi sudah banyak perumahan-perumahan besar yang karakteristiknya berlainan, menyediakan banyak fasilitas, seperti Summarecon, Lippo Cikarang, dan lainnya.

Besar lokasi juga menentukan menurut Dani, jika dibangun dalam cluster yang tidak besar maka gaungnya juga tidak besar. Masyarakat suka dengan produk yang fasilitasnya bagus, tidak hanya untuk hunian tetapi juga baik untuk investasi.

"Banyak hal yang perlu diperhatikan untuk bisa memasarkan produk smarthome, sehingga pengembangan konsep smarthome tidak terlalu menjadi daya tarik bagi konsumen karena kembali lagi tergantung pada kondisi pasar," kata Dani.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rumah pintar
Editor : M. Rochmad Purboyo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top