Pengembang Buru Wilayah Berdaya Beli Tinggi

Lokasi masih menjadi salah satu komponen penting bagi pengembang untuk menentukan pengembang hunian di suatu kawasan.
Maria Elena | 25 September 2018 18:15 WIB
Suasana lahan di proyek perumahan di Bogor, Jawa Barat, Senin (4/9). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Lokasi masih menjadi salah satu komponen penting bagi pengembang untuk menentukan pengembang hunian di suatu kawasan.

Indaryanto, Finance Director PP Properti Tbk., mengatakan selain lokasi, pendapatan rata-rata di suatu kawasan menjadi ukuran bagi mereka untuk mengembangkan hunian.

"Pendapatan rata-rata di suatu kawasan harus lebih tinggi dari pendapatan perkapita yang artinya kawasan tersebut memiliki purchasing power yang lebih tinggi," kata Indaryanto di konferensi Real Estate Investment Indonesia pada Senin (24/09/2018)

Dia menilai kualitas pembeli berbeda di setiap lokasi jika melihat perbandingan pendapatan rata-rata kawasan dan pendapata perkapita nasional.

Selain itu, PP Properti juga banyak mengakuisisi lahan di pasar mahasiswa melihat kebutuhan yang tinggi.

Berbeda dengan PP Property, Director Agung Podomoro Land Paul Christian mengatakan dalam penentuan lokasi, mereka lebih menilik kebutuhan konsumen di kawasan tersebut. Dia mengaku tidak khawatir dengan lokasi di luar Jakarta karena infrastruktur sudah banyak terbangun.

"Kami studi untuk menemukan kebutuhan masing-masing wilayah. Setelah IPO kami ke wilayah yang berbeda seperti Medan, Bandung, Jakarta, Bali, dan lainnya dengan menawarkan produk yang berbeda," kata Paul pada Senin (24/09/2018).

Paul memaparkan seperti Batam yang membutuhkan perumahan, Balikpapan dan Medan membutuhkan hunian mixed-use, sedangkan kebutuhan berbeda di Cimanggis di mana pasar membutuhkan hunian dengan harga terjangkau.

Tag : bank tanah
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top