IMF-World Bank Annual Meeting 2018: Pengembangan Ngurah Rai Sudah Rampung

Pengembangan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali dalam rangka persiapan pertemuan IMF-World Bank Annual Meeting 2018 sudah rampung.
Hafiyyan | 24 September 2018 13:43 WIB
Bandara Ngurah Rai Bali - Bisnis.com/Ema Sukarelawanto

Bisnis.com, BADUNG -- Pengembangan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali dalam rangka persiapan pertemuan IMF-World Bank Annual Meeting 2018 sudah rampung.

Dengan demikian, bandara dengan trafik 32.000 penumpang per hari ini siap menyambut 18.000 tamu tambahan. 

Secara keseluruhan, pengembangan bandara tersebut mencakup lima proyek yang meliputi pematangan lahan pantai sisi barat dan pembangunan konstruksi apron barat, konstruksi apron timur, pembangunan gedung VVIP dan basis operasi TNI, pembangunan konter check in, serta gedung parkir mobil bertingkat. 

Dalam pengembangannya, Angkasa Pura (AP) I bekerja sama dengan kontraktor pelaksana dari BUMN di antaranya PT PP (Persero) Tbk., PT Nindya Karya (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk., dan PT Amarta Karya (Persero). 
 
General Manager (GM) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Yanus Suprayogi menyampaikan pengembangan lima proyek tersebut sudah selesai pada Minggu (23/9/2018). Nilai investasinya mencapai Rp2,2 triliun yang berasal dari kas internal PT Angkasa Pura I (Persero).
 
"Pengembangan sudah selesai. Namun, masih ada prosedur yang harus dilakukan seperti verifikasi dan upacara yang dilakukan hari ini, Senin (24/9). Intinya, semua kegiatan untuk lima paket sudah bisa, Selasa (25/9) bisa beroperasi," paparnya dalam acara kunjungan media di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Senin (24/9).
 
Perihal reklamasi lahan sekitar 48 hektare (ha), lahan seluas 35,75 ha sudah selesai sedangkan 12,15 ha lainnya masih menunggu perizinan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jika perizinan keluar, maka pengembangan lanjutan dapat dilakukan.
 
Yanus melanjutkan setelah izin reklamasi 35,75 ha didapatkan pada Mei 2018, pihaknya langsung tancap gas menyelesaikan kelima proyek tersebut. Dalam rentang waktu sekitar lima bulan, seluruh proyek dapat rampung.
 
Reklamasi memang perlu dilakukan karena bandara tersebut melayani 15 juta-20 juta penumpang per tahun. Idealnya, dibutuhkan luasan bandara hingga 600 ha, sedangkan lahan yang ada hanya 285 ha.
 
"Ini menjadi tantangan lain bagi kami karena setiap pengembangan bandara Bali, itu menggunakan lahan yang sebelumnya sudah digunakan. Di situlah kami perlu berkomunikasi dengan baik kepada semua pihak," tuturnya.
 
Pengembangan Ngurah Rai juga bertujuan mendukung target Kementerian Pariwista (Kemenpar) pada 2019 untuk mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman). Pasalnya, 40% dari target wisman diperkirakan masuk melalui Bali.
 
Direktur Pemasaran dan Pelayanan AP I Devy Suradji mengungkapkan penambahan fasilitas tidak hanya dilakukan oleh AP I, tapi juga banyak stakeholder lainnya.
 
"Misalnya, di bagian imigrasi, mereka juga perlu tambah petugas untuk melayani tamu-tamu IMF-World Bank," ujarnya.
 
Co. GM Commercial Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Rahadian D. Yogisworo mengungkapkan pihaknya sudah mendapat daftar VVIP dari 28 negara yang akan menghadiri pertemuan IMF-World Bank Annual Meeting 2018. Acara yang dipusatkan di Nusa Dua, Bali itu akan digelar pada 8-14 Oktober 2018.
 
Diperkirakan puncak kedatangan terjadi pada 7 Oktober 2018, sedangkan puncak kepulangan pada 14 Oktober 2018. Jumlah tamu yang datang diestimasi sekitar 18.000 orang.
 
"Kami sehari-hari melayani 32.000 penumpang pulang pergi, kalau pick bisa 36.000. Jadi tambahan 18.000 penumpang kami sudah siap," tegasnya.
 
Salah satu penambahan fasilitas yang dilakukan AP I adalah menambah 16 gerbang otomatis (auto gate). Fasilitas tersebut melengkapi 4 auto gate eksisting dari Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM.
 
Dengan adanya auto gate, waktu check in bisa berkurang menjadi 30 detik dari sebelumnya 45 detik jika dilakukan manual. Penghematan 15 detik ini cukup signifikan memperlancar arus penumpang kedatangan.
 
"Nantinya, fasilitas auto gate selepas acara juga akan kami pakai terus," ucap Rahadian.

Tag : bandara ngurah rai, annual meeting IMF-World Bank
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top