Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Luhut: Renovasi Bandara Ngurah Rai harus Kelar 31 Agustus. Jangan Molor!

Menko Kemaritiman Republik Indonesia Luhut Binsar Panjaitan menegaskan pembangunan fasilitas pendukung di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai harus selesai sebelum pelaksanaan IMF – World Bank Group 2018 Annual Meeting Oktober 2018. 
Pekerja beraktivitas di proyek perluasan apron Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Senin (16/7/2018)./ANTARA-Fikri Yusuf
Pekerja beraktivitas di proyek perluasan apron Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Senin (16/7/2018)./ANTARA-Fikri Yusuf

Bisnis.com, DENPASAR—Menko Kemaritiman Republik Indonesia Luhut Binsar Panjaitan menegaskan pembangunan fasilitas pendukung di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai harus selesai sebelum pelaksanaan IMF – World Bank Group 2018 Annual Meeting Oktober 2018. 

Dia menegaskan mengenai pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya sudah terencana sejak awal, wajib selesai pada tanggal 31 Agustus 2018. Dengan begitu nantinya pada  September akan dilakukan verifikasi oleh Kementerian Perhubungan dan secara operasional bisa melakukan simulasi penanganan kepada delegasi.

“Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai juga wajib melakukan antisipasi jumlah pesawat Kepala Negara yang parkir di Bali dan memperhitungkan delegasi yang menggunakan private jet, sehingga kegiatan operasional yang bersifat reguler dan aspek keamanan wajib menjadi perhatian kita bersama,” jelasnya saat melihat progres pembangunan di Ngurah Rai, Rabu (8/8/218).

IMF – World Bank Group tahun 2018 akan menjadi pertemuan terbesar yang pernah dihelat sejak tahun 1946, di mana akan dihadiri oleh sekitar 15.000 peserta. Jumlah itu termasuk 3.500 delegasi dari 189 negara anggota IMF, 1.000 perwakilan media, serta lebih dari 5.000 peserta dari pihak swasta, perbankan, akademisi, serta Non Government Organization (NGO).  

Data PT Angkasa Pura 1 (Persero)per minggu pertama Agustus, pembangunan pekerjaan pengembangan fasilitas Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai telah melewati separuh dari keseluruhan tahapan pembangunan. Untuk pembangunan Paket I, yaitu pematangan lahan sisi barat dan pembangunan apron barat, realisasi pembangunan mencapai 53,48%. 

Ada pun untuk konstruksi apron timur dan pemindahan Sewage Treatment Plant (STP) yang termasuk dalam Paket 2, realisasi pembangunan saat ini telah mencapai angka 80.12%. Selain itu, pembangunan Gedung VVIP, Base Ops TNI AU, dan penggantian Line Maintenance Airlines_yang tergabung dalam Paket 3, pengerjaannya telah mencapai angka 66.72%. 

Realisasi pengerjaan tiga paket pekerjaan tersebut mampu melebihi target yang direncanakan. Terkait penanganan delegasi dari peserta meeting, Direktur Operasi Angkasa Pura I Wendo Asrul Rose, mengatakan bahwa sudah diantisipasi.

“Secara operasional, ada beberapa strategi penanganan delegasi yaitu penanganan terhadap Kepala Negara dan Delegasi Khusus; Delegasi Khusus; dan Delegasi Biasa. Metode penanganan delegasi berbeda-beda, tergantung kebutuhan serta harus mengedepankan aspek safety dan security,” tegasnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Feri Kristianto
Editor : Sutarno
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper