Kementan Gaet Kontrak Penambahan 2,6 Juta Ha Areal Tanam Baru untuk Jagung

Kementerian Pertanian telah merealisasikan 2,6 juta hektar (ha) kontrak penambahan areal tanam baru untuk komoditas jagung dari total target 3 juta ha untuk tahun ini.
Juli Etha Ramaida Manalu | 24 Juli 2018 20:56 WIB
Presiden Joko Widodo memanen jagung bersama petani saat panen raya jagung di Perhutanan Sosial, Ngimbang, Tuban, Jawa Timur, Jumat (9/3/2018). - ANTARA/Zabur Karuru

Bisnis.com, JAKARTA—Kementerian Pertanian telah merealisasikan 2,6 juta hektare (ha) kontrak penambahan areal tanam baru untuk komoditas jagung dari total target 3 juta ha untuk tahun ini.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Sumardjo Gatot Irianto menyebutkan perluasan areal tanam baru (PATB) ini tersebar di seluruh wilayah Indonesia dari Aceh hingga Papua. “Itu dalam kondisi sudah terkontrak. Jadi kan on going process, ada yang penyaluran, persiapan, nanti akhir Juli hingga awal Agustus mereka melakukan penanaman,” jelasnya, Selasa (24/7/2018).

Lahan seluas 3 juta hektar ini akan menjadi fokus upaya khusus (Upsus) yang dilakukan pemerintah guna mewujudkan swasembada jagung. Gatot menekankan bahwa program Upsus ini akan difokuskan pada lahan-lahan yang memang belum pernah dimanfaatkan untuk menanam jagung.

Kendati demikian, bukan berarti pemerintah akan melakukan pembukaan lahan baru secara konvensional melainkan memanfaatkan areal yang memang sudah ditanami tanaman lain dengan jarak tanam yang dinilai cukup jauh seperti di sela-sela tanaman pisang, kelapa, dan komoditas lain yang memungkinkan.

Seluruh kontrak dan proses penanaman dalam program Upsus ini diharapkan bisa selesai pada September sehingga bisa dilakukan tahun ini.

Selain areal tanam baru yang masuk dalam program Upsus pemerintah, areal tanam swadaya milik rakyat yang diperkirakan mencapai 8 juta ha juga diharapkan bisa menjadi penopang upaya pemerintah dalam merealisasikan swasembada pangan.

“Ya, memang itu yang dilakukan. [Upsus] kita arahkan ke perluasan area tanam baru, itu sebagai stimulan. Jadi, yang belum pernah nanam. Tidak semua lewat bantuan pemerintah untuk swasembada tetapi ada insentif harga yang baik dan importase jagung disetop sehingga menjadi stimulasi bagi masyarakat [untuk menanam jagung],” paparnya.

Saat ini, menurutnya, produktivitas maksimal yang bisa dicapai dengan penanaman menggunakan bibit berkualitas bagus serta tata cara penanaman yang benar telah bisa menghasilkan hingga 8 ton jagung per ha. Adapun ke depan, diharapkan produktivitas maksimal lahan jagung bisa mencapai 10 ton per ha.

Untuk merealisasikan target ini, pemerintah saat ini sedang melakukan percobaan di sejumlah daerah tertentu dengan kondisi tanah yang subur dengan merapatkan jarak tanam jagung dari yang tadinya hanya memuat 60.000-65.000 batang jagung per ha menjadi 100.000-110.000 batang per ha.

Tag : jagung, kementan
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top