Australia Inspeksi Produk Perikanan, Indonesia Dapat Hasil Positif

Indonesia berhasil mencetak hasil memuaskan dalam inspeksi jaminan mutu yang dilakukan oleh Departemen Pertanian dan Sumber Daya Air (DAWR) Australia.
Juli Etha Ramaida Manalu | 18 Juli 2018 21:09 WIB
Pekerja memilah ikan untuk dipasarkan di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta, Selasa (30/1). Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap menargetkan produksi ikan pada tahun 2018 sebanyak 9,45 juta ton atau setara dengan Rp209,8 triliun dengan cara mendorong keterlibatan BUMN pada sektor perikanan dan memperbaiki sistem pencatatan di seluruh Tempat Pelelangan Ikan (TPI). ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja

Bisnis,com, JAKARTA— Indonesia berhasil mencetak hasil memuaskan dalam inspeksi jaminan mutu yang dilakukan oleh Departemen Pertanian dan Sumber Daya Air (DAWR) Australia.

Seperti diketahui, DAWR melakukan inspeksi jaminan mutu  terhadap komoditas udang mentah beku (frozen raw prawn) hasil budidaya yang ada di Indonesia. Pasalnya, saat ini Australia sedang berusaha untuk membersihkan wilayahnya dari dari dua jenis hama penyakit ikan karantina pada udang yakni yellow head serta white spot dan produk udang asal Indonesia dinilai belum bebas dari keduanya.

 “Intinya, secara rangkuman pada saat closing meeting tim DAWR sangat puas dengan sistem yang diterapkan di Indonesia baik untuk mutu dan keamanan hasil perikanan. Dia [inspektur dari Australia] sampai mengatakan ini di luar ekspektasi tim Australia,” jelas Kepala Pusat Pengendalian Mutu Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu Dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kementerian  Kelautan dan Perikanan (KKP) Widodo Sumiyanto kepada Bisnis, Rabu (18/7/2018).

Dalam inspeksi yang dilakukan sejak 2-6 Juni tersebut, kedua orang utusan otoritas Australia melakukan inspeksi atas sejumlah hal seperti cara pemibitan, pembesaran, dan panen hingga pemrosesan udang, begitu pula dengan laboratorium yang dimiliki Indonesia.

Dengan hasil positif ini, diharapkan Indonesia bisa mendapat kemudahan dalam upaya mengekspor komoditas udang mentah beku ke Australia sehinga volume ekspor bisa meningkat di kemudian hari.

Widodo menjelaskan, hingga saat ini Indonesia sebenarnya telah mengekspor sejumlah komoditas perikanan lainnya ke Australia seperti ikan karang, barramundi (kakap putih), grouper (kerapu). Tak hanya itu, ekspor udang ke Australia pun telah berjalan, tetapi dalam jumlah yang tergolong  kecil.

Pangsa ekspor udang Indonesia ke Australia hanya 0,03% dari total pengapalan ke seluruh dunia, baik secara volume maupun nilai. Mengutip data BPS, Volume ekspor udang ke Negeri Kanguru tahun lalu hanya 41,6 ton dengan nilai US$370.969. 

Tag : perikanan
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top