Penjualan A321neo, Airbus Kian Dekati Kesepakatan Dengan AirAsia

Airbus SE semakin mendekati kesepakatan penjualan pesawat terbang senilai US$23 miliar, berdasarkan daftar harga, kepada AirAsia Group Bhd.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 15 Juli 2018  |  13:05 WIB
Penjualan A321neo, Airbus Kian Dekati Kesepakatan Dengan AirAsia
Airbus A321neo. - airbus.com

Bisnis.com, JAKARTA – Airbus SE semakin mendekati kesepakatan penjualan pesawat terbang senilai US$23 miliar, berdasarkan daftar harga, kepada AirAsia Group Bhd.

Menurut sumber yang mengerti jalannya perundingan, AirAisa telah menjadi pelanggan terbesar kedua Airbus A320 berbadan sempit (re-engine A320 narrowbody) dan kini berminat menambah pemesanan untuk setidaknya 100 unit pesawat terbang A321neo.

AirAsia menutup kesepakatan tersebut dengan memesan tambahan 34 unit pesawat terbang A330neo berbadan lebar, yang dapat mengurangi total backlog perusahaan hingga menjadi 100 pesawat.

“Permintaan masih akan difinalisasi,” kata sumber seperti dikutip Bloomberg, Minggu (15/7/2018).

Sementara belum ada kesepakatan yang dicapai, lanjutnya. Keduabelah pihak telah cukup dekat untuk mengumumkan pembelian itu pada pekan depan seiring diselenggarakannya Farnborough Air Show di luar London. Farnborough Air Show adalah acara expo perdagangan terbesar industri pesawat terbang tahun ini.

Sejauh ini, baik Airbus maupun AirAsia masih menolak memberikan komentar.

Adapun pembelian pesawat A321neo akan membawa maskapai penerbangan berbasis di Malaysia itu mengungguli Interglobe Aviation Ltd. milik India sebagai pelanggan terbesar pesawat Airbus berbadan sempit.

Selain itu, pembelian tersebut juga akan memperpanjang daftar pemesananan AirAsia terhadap Airbus yang sudah ada, menjadi 504 unit pesawat.

Keputusan Airbus untuk meluncurkan lebih banyak A330neo, selain untuk memperkuat komitmen AirAsia untuk program pesawat berbadan lebar, juga untuk bersaing dengan 787 Dreamliner milik Boeing yang sangat laku terjual.

Seiring perundingan yang semakin bergairah pekan lalu, CEO AirAsia Tony Fernandes membahas pemesanan ini melalui akun Twitter-nya ketika di dalam perjalanan menuju pabrik Airbus di Toulouse, Perancis.

“Kami telah memesan 330. Namun, untuk mengonfirmasinya, kami harus memastikan harga, performa, dan mesin dalam kondisi yang bagus. Jika sesuai, maka kami akan menambah pesanan, atau sebaliknya,” tulis Fernandes.

Pesawat-pesawat baru itu akan mendukung rencana Fernandes yang ingin membangun maskapai murah untuk seluruh penjuru Asia dan bersaing di dalam pasar yang didominasi maskapai negara Teluk dan Air India.

Di India, dia merencakan AirAsia menjalankan penerbangan domestik, sementara untuk operasional internasional akan dilakukan pada awal tahun depan.

Hingga kini, AirAsia telah memiliki jangkauan penerbangan yang luas, seperti AirAsia X Bhd. Ang melayani lebih dari 20 tujuan termasuk Auckland, Tokyo, Sapporo, Chengdu, Shanghai, Melbourne, Gold Coast, dan Honolulu.

Untuk Airbus, kemenangan atas A330neo akan menjadi awal baru dari kemunduran beberapa bulan terakhir, setelah jet bermesin kembarnya dikalahkan Boeing di dalam beberapa kontes.

A321neo, yang terbesar dari keluarga A320, memiliki harga senilai US$129,5 juta, sementara A330-900 dihargai sebesar US$296,4 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
airasia, airbus, industri penerbangan

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top