HUT Ke-73 RI: Ini Kado Spesial Menteri Susi Untuk Indonesia

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti akan kembali melakukan penenggelaman kapal yang terbukti melakukan tindakan pencurian ikan di wilayah perairan Indonesia.
Juli Etha Ramaida Manalu | 11 Juli 2018 06:24 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mendengarkan tanggapan anggota dewan saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi IV DPR di Kompleks, Parlemen, Senayan, Jakarta (22/1). - ANTARA/Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA—Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti akan kembali melakukan penenggelaman kapal yang terbukti melakukan tindakan pencurian ikan di wilayah perairan Indonesia.

Kali ini, ada sekitar 77 unit kapal yang akan ditenggelamkan. Penenggelaman ke 77 unit kapal ini merupakan sebuah persembahan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan yang dinahkodai Susi dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke 73.

“Kita siap menenggelamkan kurang lebih 94 kapal dikurang 17 yang disita untuk negara. Rencana akan kita hadiahkan penenggelaman ini untuk ulang tahun republik Indonesia yang ke 73 tahun,” ujar Susi, Selasa (11/7/2018) malam.

Pada awalnya, gencarnya kegiatan serta pemberitaan terkait penenggelaman kapal memang dilakukan untuk memberi efek jera bagi para pelaku pencurian ikan di Indonesia.

Namun, tujuan dari penenggelaman kali ini bukan lagi berfokus pada pemberian deterrent effect (efek jera) melainkan benar-benar menghukum para pelaku pencurian ikan.

Susi bercerita bahwa sejauh ini, sudah ada 363 unit kapal pencuri ikan yang ditenggelamkan. Sebagai hasil penenggelaman kapal-kapal yang melakukan pencurian ikan ini, stok ikan di wilayah perairan Indonesia, kata Susi, saat ini telah kembali meningkat hingga 2 kali lipat.

Kendati demikian, dia mengamini bahwa kapal-kapal pencuri ikan ini bukanlah satu-satunya penyebab berkurangnya populasi ikan di wilayah perairan Indonesia. Cara masyarakat dalam mengelola dan memperlakukan laut selama ini juga dinilai berkontribusi terhadap penyusutan jumlah stok ikan di wilayah perairan Indonesia.

Salah satunya adalah penggunaan bom ikan yang dipakai. Di samping penyusutan jumlah ikan, karang-karang di lautan Indonesia juga turut dirusak. Selain itu ada pula penggunaan alat penangkap ikan berupa jaring dengan lebar berkilo-kilo meter seperti cantrang yang dinilai telah menyapu bersih lantai perairan Indonesia.

Ketika menyapu bersih lantai perairan Indonesia, cantrang dengan jaring besarnya tak hanya mengangkut ikan-ikan yang memang sudah layak dipanen tetapi juga ikan-ikan serta udang kecil.

Ikan dan udang kecil yang dianggap tak bernilai ekonomis ini pun akhirnya dibuang kembali ke laut. Hal ini tentu menghambat rantai regenerasi populasi ikan.

“Di Pantura itu ada ribuan kapal. Setiap hari itu kapal-kapal besar membuang ikan satu ton. Ikan, udang kecil, bibit. Bayangkan, satu hari kalau seribu kapal, seribu ton dibuang,” pungkasnya.

Untuk itu, dia mengingatkan perlunya kesadaran masyarakat serta edukasi yang tepat terkait pentingnya menjaga kelestarian laut dan anekaragam hewan yang ada di dalamnya.

Tag : Susi Pudjiastuti
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top