Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekonom: Uang Beredar (M2) Melambat, Indikasi Kuatnya Konsumsi

Perlambatan pertumbuhan uang beredar dalam arti luas (M2) yang terjadi pada Mei 2018 mengindikasikan konsumsi yang kuat pada momen Ramadan dan Lebaran tahun ini.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 04 Juli 2018  |  18:26 WIB
Ekonom: Uang Beredar (M2) Melambat, Indikasi Kuatnya Konsumsi
Petugas menata tumpukan uang rupiah. - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA--Perlambatan pertumbuhan uang beredar dalam arti luas (M2) yang terjadi pada Mei 2018 mengindikasikan konsumsi yang kuat pada momen Ramadan dan Lebaran tahun ini.

M2 adalah M1 uang kuasi (mencakup tabungan, simpanan berjangka dalam rupiah dan valas, serta giro dalam valuta asing), dan surat berharga yang diterbitkan oleh sistem moneter yang dimiliki sektor swasta domestik dengan sisa jangka waktu sampai dengan satu tahun.

Ekonom Indef Piter Abdullah menuturkan perlambatan M2 dipengaruhi juga oleh turunnya dana pihak ketiga (DPK) pada Mei 2018 yang tumbuh hanya 5,4% menjadi Rp5.141 triliun dibandingkan bulan sebelumnya, yakni 7,4%.

"Dugaan saya, melambatnya DPK dipengaruhi oleh kenaikan konsumsi masyarakat jelang Lebaran," ungkap Piter, Kamis (4/7/2018).

Seperti diketahui, kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai saat Ramadan dan Lebaran cukup besar biasanya.

Sementara itu, catatan Bank Indonesia (BI) menunjukkan tren perlambatan DPK sejalan dengan penurunan suku bunga simpanan serta adanya peningkatan kebutuhan masyarakat. Ini ditunjukkan pula dengan adanya Survei Konsumen Bank Indonesia periode Mei 2018.

Dalam survei tersebut, rasio konsumsi dan cicilan terhadap pendapatan mengalami peningkatan dan proporsi pendapatan konsumen yang ditabung menurun.

Kondisi ini juga diperkuat oleh adanya peningkatan kredit perbankan pada periode Mei dimana kredit tumbuh 10,2% menjadi Rp4.908,9 triliun, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya 8,9%.

Pada Juni 2018, Piter melihat kemungkinan adanya perlambatan kembali dari M2 seiring dengan adanya penurunan DPK karena adanya momen Lebaran di mana peredaran uang kartal cukup besar.

Adanya penurunan DPK dan peningkatan kredit menunjukkan bahwa efek pengetatan suku bunga belum ada.

"Kalau dua bulan pasti belum kelihatan, pengetatan suku bunga dampaknya sekitar beberapa bulan," ujar Piter.

Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh melambat pada Mei 2018.

Posisi M2 tercatat sebesar Rp5.436,6 triliun pada Mei 2018 atau tumbuh 6,1% (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada April 2018 sebesar 7,5% (yoy). Perlambatan pertumbuhan M2 dipengaruhi oleh seluruh komponennya, terutama komponen uang kuasi.

Sementara itu, uang kuasi tumbuh melambat dari 6,6% (yoy) pada April 2018 menjadi 4,8% (yoy) pada Mei 2018. Sementara itu, uang beredar dalam arti sempit (M1) tumbuh 10,1% (yoy) pada Mei 2018, relatif stabil dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 10,2% (yoy).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

konsumsi uang beredar
Editor : Gita Arwana Cakti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top