Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

20 Tahun Reformasi, Deifisit Transaksi Berjalan tak pernah Membaik

Meski dinilai banyak perbaikan ekonomi yang terjadi pasca 20 tahun reformasi 1997/1998, neraca transaksi berjalan dinilai satu-satunya indikator ekonomi yang tidak pernah membaik.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 21 Mei 2018  |  00:05 WIB
20 Tahun Reformasi, Deifisit Transaksi Berjalan tak pernah Membaik
Tony Prasetiantono. - Bisnis
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Meski dinilai banyak perbaikan ekonomi yang terjadi pasca 20 tahun reformasi 1997/1998, neraca transaksi berjalan dinilai satu-satunya indikator ekonomi yang tidak pernah membaik.

Pengamat Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) Tony Prasetiantono mengatakan, dalam 20 tahun banyak indokator ekonomi yang mengalami perbaikan, seperti infrastruktur, permodalan perbankan, dan birokrasi pemerintah.

"Tapi soal current account deficit (defisit transaksi berjalan) belum banyak kemajuan," katanya kepada Bisnis, Minggu (20/5/2018).

Bahkan, sejak sebelum krisis moneter 1998, permasalahan yang dihadapi perekonkmian Indonesia masih sama, yakni surplus ekspor yang lemah, dan tingginya intensitas hot money dalam komponen cadangan devisa.

"Sehingga, [hal-hal tersebut membuat] rupiah kita menjadi rentan," katanya.

Adapun, neraca transaksi berjalan selalu bergerak dikisaran 2% sejak 20 tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

reformasi
Editor : Sutarno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top