Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Angkutan Laut Pacu Ekspor Lewat Direct Call

Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 06 Mei 2018  |  14:57 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Sejumlah pelaku usaha di sektor angkutan laut tengah menggenjot pelayaran langsung atau direct call. Hal itu dilakukan guna meningkatkan efisiensi dan daya saing produk ekspor.

Direct call diyakini bisa memangkas biaya pengiriman hingga 80% di samping memangask waktu pengiriman.

Direktur Fasilitas & Peralatan PT Pelindo IV (Persero) Farid Padang mengatakan perseroan telah menjalin kerja sama dengan perusahaan pelayaran asal Hongkong, SITC untuk membuka direct call dari lima pelabuhan yang dikelola Pelindo IV.

Kelima pelabuhan itu yakni :

  • Pelabuhan Makassar
  • Pelabuhan Pantoloan
  • Pelabuhan Ambon
  • Pelabuhan Balikpapan
  • Pelabuhan Jayapura

Dia menerangkan, layanan direct call akan memacu kargo ekspor dari Kawasan Timur Indonesia langsung ke negara tujuan.

Farid mencontohkan, Provinsi Maluku sebagai penyumbang ekspor ikan terbesar tidak bisa menikmati pendapatan asli daerah karena ekspor dikirim lewat Jakarta dan Surabaya. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, per Maret 2018, 98% ekspor Maluku dikirim lewat provinsi lain.

"Jadi pajak ekspor tidak didapat oleh Pemda Maluku, melainkan oleh Pemda lokasi proses eskpor dilakukan. Nah untuk itu, BUMN hadir berperan membantu Pemerintah mewujudkan pemerataan," ujarnya, Jumat (4/5/2018).

Farid menuturkan, biaya pengiriman akan turun drastis bila dilakukan direct call. Dia menggambarkan, direct call di Makassar untuk ekspor ke China hanya memakan biaya per kontainer sebesr Rp792.000 atau 89% lebih murah dibandingkan tanpa direct call sebesar Rp4,09 juta.

Selain itu, waktu tempuh juga bisa dipangkas. Waktu pengiriman ke China disebut hanya 16 hari dari sebelumnya 24 hari. Pun dengan waktu kirim ke Jepang dan Korea, masing-masing 18 hari dan 17 hari. Dengan waktu pengiriman yang lebih singkat, produk ekspor juga lebih segar sehingga memiliki kualitas dan harga jual yang tinggi.

Di lain pihak perusahaan pelayaran asal Prancis CMA CGM kembali memboyong kapal kontainer raksasa ke Pelabuhan Tanjung Priok untuk melayani rute langsung ke Amerika Serikat. CMA CGM membawa kapal raksasa APL Salalah berkapasitas 10.642 TEUs (10.642 kontainer) pada Rabu (3/5/2018). Kapal ini menorehkan sejarah baru sebagai kapal kontainer terbesar yang pernah berlabuh di Tanjung Priok.

Dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis Jumat (4/5/2018), APL Salalah bersandar di terminal Jakarta International Container Terminal (JICT) dengan membongkat 1.666 TEUs dan memuat 2.818 TEUs. Walhasil, total bongkar muat dari kapal tersebut mencapai 4.484 TEUs dalam pelayaran perdananya ke Indonesia.

Setelah berlabuh di Tanjung Priok, APL Salalah akan berlayar ke Los Angeles dan Oakland, Amerika Serikat. Kapal ini memang melayani rute Java South East Asia Express Services atau Java SEA Express Services (JAX Services) dengan jadwal sandar mingguan secara rutin. CMA CGM menyebut, dengan mendatangkan kapal besar, konsumen dan pengguna jasa bisa efisiensi biaya logistik dan daya saing kinerja integrasi logistik.

Presiden Direktur CMA-CGM Indonesia Farid Belbouab mengatakan permintaan pengguna jasa untuk rute JAX Services terus bertumbuh sehingga pihaknya mendatangkan kapal yang lebih besar. Rute ini resmi dibuka pada April 2017 lalu. "Kami mulai dengan kapal 8.000 TEUs sejak tahun lalu dan hasilnya sangat sukses. Secara bertahap kami membawa kapal yang lebih besar, 9.000 TEUs lalu 10.000 TEUs, bahkan mendekati 11.000 TEUs," jelasnya.

Tahun ini, CMA CGM membidik pangsa pasar angkutan luar negeri 20% di Indonesia di akhir 2018 atau naik dari penguasaan pangsa pasar 15%. Farid mengatakan, CMA CGM tengah gencar menambah jaringan dan berkongsi dengen perusahaan lokal. Sejak 1 April 2018, misalnya, CMA CGM berkongsi dengan Meratus Line, perusahaan pelayaran domestik yang memiliki 60 kapal dan 27 rute.

CMA CGM juga telah menjalin kerja sama dengan operator tongkang terbesar di Asia Tenggara, yakni ENG LEE. Perusahaan Singapura itu akan menjadi sub agen di Jambi dengan mengoperasikan lebih dari 100 tongkang dari Suamtra ke Singapura. Farid menyebut, kongsi dengan ENG LEE akan memperluas penetrasi perseroan di Sumatra yang belum terjamah.

Direct Call SITC

Balikpapan-Xiamen
Balikpapan-Shanghai
Balikpapan-Ningbo
Balikpapan-Shekou

Makassar-Xiamen
Makassar-Shanghai
Makassar-Ningbo
Makassar-Shekou

Armada Jax Services CMA CGM

JAX
APL Colombus 9.326 TEUs
APL Danube 9.365 TEUs
APL Detroit 9.326 TEUs
APL Houston 8.326 TEUs
APL Mexico City 9.326 TEUs
APL Phoenix 9.326 TEUs
APL Salalah 10.642 TEUs
APL Santiago 9.326 TEUs
CMA CGM Ivanhoe 9.365 TEUs
CMA CGM Loire 9.365 TEUs
CMA CGM Medea 9.415 TEUs
CMA CGM Nabucco 9.415 TEUs
CMA CGM Pelleas 9.953 TEUs
CMA CGM Tage 9.365 TEUs
CMA CGM Thames 9.365 TEUs

Sumber : Website perseroan

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri pelayaran
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top