Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Beras Impor Kualitas Medium Mulai Beredar

Direktur Pengadaan Perum Bulog Andriato Wahyu Adi mengatakan siap menggelontorkan beras medium. Ssebelum menggelontoran ke pasar, Bulog telah melakukan pengemasan ulang dalam ukuran bervariasi mulai 5 kilogram, 10 kilogram, 20 kilogram dan 25 kilogram. Ragam ukuran itu untuk memudahkan masyarakat membeli sesuai kebutuhan.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 29 April 2018  |  18:49 WIB
Pekerja memegang beras Bulog kualitas super kemasan 5 kilogram di Gudang Bulog Serang, Banten, Selasa (16/5). - Antara/Asep Fathulrahman
Pekerja memegang beras Bulog kualitas super kemasan 5 kilogram di Gudang Bulog Serang, Banten, Selasa (16/5). - Antara/Asep Fathulrahman

Bisnis.com, JAKARTA- Direktur Pengadaan Perum Bulog Andriato Wahyu Adi mengatakan siap menggelontorkan beras medium. Ssebelum menggelontoran ke pasar, Bulog telah melakukan pengemasan ulang dalam ukuran bervariasi mulai 5 kilogram, 10 kilogram, 20 kilogram dan 25 kilogram. Ragam ukuran itu untuk memudahkan masyarakat membeli sesuai kebutuhan.

“Beras dikemas dengan merek sendiri, Beras Kita,” kata Andrianto, Minggu (29/4/2018).

Gelontoran tersebut merupakan hasil penugasan dari rapar koordinasi terbatas yang telah dilewati oleh instansi terkait, termasuk Kementerian Perdagangan dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Penyaluran beras ke pasaran menjadi salah satu strategi pemerintah untuk menekan fluktuasi harga beras medium ke batas harga eceran tertinggi (HET) yang diatur Kementerian Perdagangan melalui Permendag Nomor 57 Tahun 2017 tentang Penetapan Harge Eceran Tertinggi yakni Rp9.450 per kilogram untuk wilayah Jawa, Sumatera Selatan dan Bengkulu.

Sementara itu, beras impor yang telah masuk kini turut menambah stok beras di Gudang Bulog berjumlah 972.000 ton setelah ditambah dengan beras hasil serapan dari petani. Jumlah tersebut hampir menyentuh stok normal nasional dengan rata-rata 1,2 juta- 1,5 juta ton.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Tjahya Widayanti mengatakan beras impor mulai digelontorkan ke pasar sejak 16 April lalu. bersamaan dengan beras stok cadangan beras pemerintah. Namun tidak dijelaskan lebih lanjut terkait jumlah beras yang telah disalurkan pemerintah.

“Harusnya sudah [digelontorkan] sejak tanggal 16 April. Silakan tanyakan ke Bulog,” katanya.

Di sisi lain, dari izin impor yang telah disepakati dalam rakortas pada awal tahun, Bulog diizinkan mengimpor beras kualitas medium dari sejumlah negara seperi Vietnam, Thailand, Pakistan dan India. Sebagian beras telah masuk sejak Februari lalu sekitar 261.000 ton. Sementara sisanya dipasok hingga Mei 2018.

Hingga kini baru 450.000 ton beras masuk ke gudang bulog setelah memakan waktu berhari-hari untuk proses ekspor dari negara asal. Sementara sisa 50.000 ton beras dari Pakistan diperkirakan bakal masuk pada Mei 2018 untuk memenuhi kebutuhan permintaan makanan utama masyarakat Indonesia selama menghadapi Ramadan dan Idulfitri.

Adapun pemerintah meminta para pedagang pasar untuk menjual beras kualitas medium sesuai HET. Namun hingga kini beras untuk beras medium varietas IR 63 sesuai data Pasar Induk Beras Cipinang, harga beras tersebut nyaris menyentuh HET yakni Rp9.775 per kilogram.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

impor beras
Editor : Linda Teti Silitonga
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top