Kelola Blok Mansouri, Pertamina Siapkan Investasi US$1,5 Miliar untuk 5 tahun

PT Pertamina (Persero) menyiapkan investasi untuk pengelolaan Blok Mansouri, Iran, senilai US$1,5 miliar untuk 5 tahun ke depan. Penekenan kontrak di Negeri Seribu Satu Malam itu pun masih sesuai target yakni sekitar Mei 2018 atau sebelum Ramadhan.
Surya Rianto | 25 April 2018 17:54 WIB
Ilustrasi kilang lepas pantai. - Bloomberg/Tim Rue

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Pertamina (Persero) menyiapkan investasi untuk pengelolaan Blok Mansouri, Iran, senilai US$1,5 miliar untuk 5 tahun ke depan. Penekenan kontrak di Negeri Seribu Satu Malam itu pun masih sesuai target yakni sekitar Mei 2018 atau sebelum Ramadhan.

Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam mengatakan, perseroan mengalokasikan selama lima tahun sekitar US$1,5 miliar. Bila dihitung secara rinci, perusahaan pelat merah itu akan menggelontorkan sekitar US$200 juta sampai US$300 juta per tahun.

"Nilai perkiraan investasi itu dari kajian awal, tetapi nantinya bisa berubah karena ada banyak kebutuhan fasilitas di sana juga," ujarnya Rabu (25/4).

Nilai investasi yang digelontorkan oleh Pertamina di Iran itu bakal digunakan untuk perbaikan sumur yang sudah ada dan mengebor beberapa sumur lainnya. Karakter blok Mansouri ini pun sudah siap produksi sehingga Pertamina tidak perlu memulai dari awal seperti eksplorasi.

Nantinya, kontrak Pertamina di sana akan berbentuk contract service bukan production sharing contract (PSC). Jadi, perseroan akan mendapatkan bayaran sesuai dengan service yang dilakukan.

Dengan skema kontrak itu, Pertamina masih belum ada detail potensi minyak yang bisa dibawa ke Indonesia. Namun, Pertamina bisa menukar komisi service dengan minyak yang sudah diproduksi.

Apalagi, hasil produksi minyak di Iran itu juga sesuai dengan produk minyak mentah yang bisa diproduksi oleh kilang. Jadi, Pertamina berencana membawa minyak dari Iran itu ketika Refinery Development Master Plan (RDMP) perseroan rampung.

Saat ini, produksi blok Mansouri berada pada kisaran 62.000 barel per hari. Nantinya, Pertamina pun menargetkan bisa mendorong produksi bertambah menjadi 250.000 barel per hari dalam lima tahun ke depan.

Syamsu menuturkan, teken kontrak di Blok Mansouri itu masih sesuai dengan target yakni, sebelum bulan Ramadhan atau sekitar Mei 2018.

"Sebenarnya, yang wajib harus ada itu partner lokal dan kami sudah dapat. Nantinya, kami bisa langsung meneken kontrak di sana walaupun belum menemukan mitra tambahan," tuturnya.

Hal itu bisa dilakukan karena sudah ada negosiasi government to government (g to g).

Adapun, pembagian saham di Blok Mansouri yang sudah terjadi saat ini adalah 20% milik mitra lokal di Iran, sedangkan 80% menjadi milik Pertamina. Nantinya, 80% itu bisa dibagi dengan mitra pendamping lainnya yang sampai saat ini belum ada.

Pertamina mendapatkan saham pengelolaan blok Mansouri setelah memenangkan tender yang diadakan oleh pihak Iran. Sebelumnya, Pertamina ingin mendapatkan dua blok sekaligus di Iran yakni Ab-Teymour dan Mansouri yang diprediksi memiliki cadangan minyak 5 miliar barel.

Perusahaan pelat merah itu pun harus bersaing dengan Lukoil asal Rusia untuk mendapatkan kedua lapangan tersebut. Pertamina pun memutuskan untuk fokus menggarap blok Mansouri terlebih dulu.

Tag : pertamina
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top