Alih Kontrak Blok Terminasi 2018, Ini Saran SKK Migas Agar Produksi Terjaga

SKK Migas meminta kepada PT Pertamina untuk menjalankan operasi eksis di wilayah kerja terminasi 2018 yang sudah diserahkan kepada PT Pertamina (Persero) dengan lebih efektif dan efisien dibandingkan sebelumnya. Hal itu menjadi salah satu strategi demi bisa menjaga produksi agar tidak mengalami penurunan.
Surya Rianto | 24 April 2018 08:14 WIB
SKK Migas - energytoday

Bisnis.com, JAKARTA -- SKK Migas meminta kepada PT Pertamina untuk menjalankan operasi eksis di wilayah kerja terminasi 2018 yang sudah diserahkan kepada PT Pertamina (Persero) dengan lebih efektif dan efisien dibandingkan sebelumnya. Hal itu menjadi salah satu strategi demi bisa menjaga produksi agar tidak mengalami penurunan.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabowo Taher mengatakan, kondisi 8 blok terminasi yang diteken Pertamina menjadi 7 wilayah kerja itu kondisinya sudah cukup mature. Pihaknya pun mendorong Pertamina untuk melakukan eksplorasi agar produksi bisa terjaga.

"Namun, program eksplorasi itu akan memberikan dampak jangka menengah panjang, bukan jangka pendek," ujarnya pada Senin (24/4) malam.

Wisnu pun menjelaskan, pihaknya pun meminta untuk Pertamina bisa lebih efisien dan efektif dalam mengelola wilayah kerja terminasi itu dibandingkan dengan operator eksis.

"Lewat program yang di desain lebih baik dari segi efiesiensi dan efektivitas, harapannya bisa memberikan output yang lebih baik," jelasnya.

Selain itu, Wisnu pun menuturkan telah meminta kepada Pertaminauntuk menjaga kondisi cadangan reservoar di bawah. Hal itu dilakukan demi menjaga cadangan reservoar dari kerusakan.

"Nanti produksinya bakal naik atau tidak perlu dilihat lagi. Sejauh ini, kami pun masih menghitung perkiraan produksi di 7 wilayah kerja tersebut," ujarnya.

Pada Jumat (20/4), Pertamina telah meneken kontrak 7 wilayah kerja dari 8 wilayah kerja terminasi pada 2018.

7 wilayah kerja yang diteken itu antara lain, Tuban, Ogan Komering, Sanga-sanga, Southeast Sumatra, North Sumatra Offshore, East Kalimantan & Attaka [digabung menjadi 1 kontrak], dan Tengah yang diunitisasi dengan Blok Mahakam.

Pada 7 wilayah kerja migas itu, Pertamina membayar signature bonus senilai US$33,5 juta, sedangkan nilai komitmen pasti selama tiga tahun ke depan senilai US$556,45 juta.

Lalu, produksi di 7 wilayah kerja itu diharapkan bisa dijaga seperti realisasi 2017 yakni, untuk minyak sebesar 68.559 barel per hari, sedangkan produksi gas sebesar 306 juta kaki kubik per hari.

Tag : skk migas
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top