Nusantara Regas Kembangkan Offloading LNG Skala Kecil

PT Nusantara Regas melakukan ekspansi dengan mengembangkan fasilitas offloading LNG skala kecil untuk memenuhi kebutuhan PLTG IPP Tulang Bawang Lampung.
Feri Kristianto | 20 April 2018 17:30 WIB
Managing Director PT NES Norman Edward (kiri), Direktur Operasi dan Komersial Nusantara Regas Bara Frontasia (tengah) dan Dirut Pertagas Niaga Linda Sunarti (kanan) saat penandatangan nota kesepahaman di Nusa Dua

Bisnis.com, DENPASAR—PT Nusantara Regas melakukan ekspansi dengan mengembangkan fasilitas offloading LNG skala kecil untuk memenuhi kebutuhan PLTG IPP Tulang Bawang Lampung.

Fasilitas untuk sarana memuat LNG ke kapal pengangkut skala kecil yang diklaim pertama di Indonesia ini akan dibangun di floating storage regasification unit (FSRU) Nusantara Regas Satu yang terletak di Teluk Jakarta.

Direktur Operasi dan Komersial Nusantara Regas Bara Frontasia mengatakan pihaknya menggandeng konsorsium PT Pertagas Niaga dan PT National Energy Solution (NES) untuk mengembangkan fasilitas tersebut.

“Nusantara Regas berperan sebagai penyedia fasilitas penyimpanan dan offloading LNG FSRU, PT Pertagas Niaga sebagai pemasok komoditas LNG sedangkan PT NES sebagai penyedia infrastruktur logistik dan mini regasifikasi LNG,” jelasnya usai penandatanganan nota kesepahaman dengan Pertagas Niaga dan NES di Nusa Dua, Jumat (20/4/2018).

Fasilitas ini ditargetkan beroperasi pada awal 2019 dan siap memasok LNG skala kecil. Untuk tahap pertama, yakni 2018-2021 fasilitas ini ditargetkan bisa menyalurkan volume LNG sebanyak 2,7 BBTUD (british billion thermal unit).

Pada tahap kedua, yakni 2021-2028 diharapkan mampu memasok hingga 6,7 BBTUD. Adapun dari kerja sama tersebut, NES yang akan membangun kapal berukuran sekitar 60 meter-100 meter yang mengangkut LNG ke lokasi regasifikasi.

Bara mengungkapkan fasilitas ini dibuat agar LNG tersalurkan ke Tulang Bawang menggunakan kapal berukuran kecil. Saat ini, kapal berukuran besar belum bisa masuk ke area tersebut dikarenakan kedalaman alur.

Selain itu, pengoperasian kapal dengan kapasitas 3.500 MMSCFD kecil ini dikarenakan jumlah pembeli dan permintaan LNG tidak sangat besar, sehingga dari nilai keekonomisannya lebih tepat menggunakan kapal berukuran kecil.

Meskipun saat ini hanya untuk membantu pasokan ke PLTG Tulang Bawang, keberadaan fasilitas ini kedepannya dapat memasok untuk kebutuhan industri lain.

Perusahaan patungan Pertamina dan PGN ini juga telah mengidentifikasi beberapa potensi pasar pengguna LNG skala kecil di pulau-pulau kecil.

Menurutnya dengan banyaknya kepulauan dan dermaga yang susah dijangkau oleh kapal besar, maka potensi untuk memenuhi permintaan LNG ke daerah terpencil sangat besar.

“Selanjutnya tidak menutup kemungkinan kami memasok kebutuhan LNG untuk listrik di wilayah Bangka Belitung, Pontianak, dan Lombok. Selain pasoan LNG untuk listrik, fasilitas offloading ini juga bisa dimanfaatkan mitra Pertagas dan NES untuk memenuhi kebutuhan LNG ritel di wilayah Jawa Bagian Barat,” paparnya.

Dirut Pertagas Niaga Linda Sunarti menambahkan fasilitas ini diharapkan membantu menyalurkan LNG utuk segmen ritel.

Dia menegakan keberadaan infrastruktur ini bisa menyatukan antara konsumen Pertagas Niaga dengan Tulang Bawang Lampung.

Dia menegaskan kerja sama ini yang kedua kalinya dilakukan dengan Nusantara Regas.

“Adanya fasilitas offloading skala kecil ini memberikan peluang bagi pembangkit listrik skala kecil maupun ritel industri untuk beralih menggunakan gas sebagai bahan bakar yang lebih murah dan ramah lingkungan,” jelasnya.

Tag : nusantara regas
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top