Ini Alasan Dirut Pertamina Elia Massa Manik Dicopot

PT Pertamina (Persero) melakukan pergantian jajaran direksi, termasuk Direktur Utama Elia Massa Manik.
Surya Rianto | 20 April 2018 15:59 WIB
Loading the player ...

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pertamina (Persero) melakukan pergantian jajaran direksi, termasuk Direktur Utama Elia Massa Manik.

Komisaris Utama Pertamina pun mengklaim hal itu dilakukan sebagai rangkaian proses induk usaha (holding) migas dan perubahan nomenklatur yang sudah diputuskan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa sebelumnya.

Komisaris Utama Pertamina Tanri Abeng mengatakan, sesuai dengan surat keputusan 39 dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) luar biasa pada Februari 2018 terkait dengan perubahan nomenklatur dari 1 direktur pemasaran menjadi 3 direktur pemasaran.

"Jadi, dua tambahan direksi baru dalam jajaran direksi saat ini untuk mengisi kekosongan tersebut," ujarnya pada jumpa pers Jumat (20/4).

Tanri menyebutkan, untuk pergantian direksi dari Direktur Utama, Direktur Pengolahan, Direktur Megaproyek, Direktur pemasaran, dan Direktur Manajemen Aset dilakukan setelah dilakukan kajian oleh jajaran komisaris terkait kondisi terkini.

"Pada pengamatan jajaran komisaris melihat proyek kilang dan megaproyek harus dilakukan kajian perubahan biaya. Pasalnya, harga minyak mentah terus naik sehingga mempengaruhi biaya yang bakal dikeluarkan oleh Pertamina juga," sebutnya.

Dia menuturkan, untuk itu diperlukan penanganan secara intensif agar semua proyek bisa dijalankan.

"Selain itu, ada pula terkait putusnya pipa bawah laut di Balikpapan yang menjadi salah satu kajian terkait pergantian direksi kali ini," ujarnya.

Selain itu, lambannya perkembangan proyek kilang dan terjadinya kelangkaan Premium disebut salah satu yang menyebabkan beberapa direksi lama itu harus diganti.

Secara umum, pergantian ini disebut sebagai rangkaian dari semua aspek pembentukkan holding migas.

Tanri pun menyebutkan, perseroan bisa saja mengubah target dari rencana kerja dan proyek-proyek dengan pergantian direksi ini.

"Semua akan disesuaikan dengan situasi dan kondisi saat ini," ujarnya.

Dalam RUPS LB Pertamina pada 20 April 2018 telah diputuskan, ELia Massa selaku Direktur Utama digantikan dengan pelaksana tugas (Plt) Nicke Widyawati yang merangkap sebagai Direktur SDM.

Lalu, Toharso digantikan Budi Santoso Syarif sebagai Direktur Pengolahan. Sebelumnya, Budi adalah VP refining Technology Pengolahan.

Dwi Daryoto digantikan oleh M. haryo Junianto sebagai Direktur Manajemen Asset.

Ardhy N. Mokobombang digantikan oleh Heru Setiawan sebagai direktur Mega Proyek.

Muchamad Iskandar sebagai Direktur Marketing Korporasi digantikan oleh Basuki Trikora Putra.

Lalu, Direktur Marketing Ritel diemban oleh Masud Hamid, dan Direktur Supplychain Infrastruktur Logistik dijabat oleh Gandhi Sriwidjojo.

Tag : pertamina
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top