PGN Pilih Target Konservatif dalam Jualan Gas

PT Perusahaan Gas Negara Tbk. menargetkan volume distribusi gas pada 2018 sebesar 775 juta kaki kubik per hari (MMscfd). Target itu cenderung stagnasi dibandingkan dengan realisasi pada 2017 karena penyaluran untuk pembangkit listrik disebut tidak sesuai dengan ekspektasi perseroan.
Surya Rianto | 16 April 2018 17:53 WIB
Petugas mengisi bahan bakar gas pada angkutan kota di Stasiun Pengisian Bahan bakar Gas (SPBG) milik PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), di Bogor, Jawa Barat, Kamis (15/3/2018). - ANTARA/Yulius Satria Wijaya

Bisnis.com, JAKARTA — PT Perusahaan Gas Negara Tbk. menargetkan volume distribusi gas pada 2018 sebesar 775 juta kaki kubik per hari (MMscfd). Target itu cenderung stagnasi dibandingkan dengan realisasi pada 2017 karena penyaluran untuk pembangkit listrik disebut tidak sesuai dengan ekspektasi perseroan.

Pada tahun ini, emiten berkode saham PGAS itu menargetkan volume distribusi gas 775 MMscfd. Nilai itu cenderung stagnasi dibandingkan realisasi 2017 yang sebesar 772 MMscfd

Direktur Komersial Perusahaan Gas Negara (PGN) Danny Praditya mengatakan, perseroan mematok target konservatif untuk distribusi gas pada tahun ini karena dari segi distribusi untuk pembangkit turun sekitar 9%.

"Distribusi gas yang mencatatkan kenaikan justru dari industri sebesar 2% sampai 3%," ujarnya, Senin (16/4).

Padahal, realisasi distribusi gas PGN pada 2017 sebesar 772 MMscfd turun dibandingkan dengan periode 2016. Penurunan pada tahun lalu itu juga disebabkan oleh permintaan dari pembangkit listrik dan industri yang rendah.

Porsi distribusi penyaluran gas PGN paling besar untuk pembangkit listrik sebesar 37,51% disusul industri kimia 14,11%, industry makanan 10,88%, sektor keramik 10,77%, dan pabrik metal sebanyak 6,34%.

Kendati permintaan gas untuk pembangkit listrik tengah menurun, katanya, permintaah gas pada awal tahun ini sedikit mencatatkan hasil positif.

Tag : pgn
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top