Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Standard Chartered & Indonesia Eximbank Fasilitasi Ekspor ke Afrika

Standard Chartered Bank Indonesia mendukung ekspansi dan operasional bisnis para pelaku ekspor Indonesia ke Afrika melalui penandatanganan kerja sama dengan Indonesia Eximbank.
Pamuji Tri Nastiti
Pamuji Tri Nastiti - Bisnis.com 10 April 2018  |  17:07 WIB
Standard Chartered & Indonesia Eximbank Fasilitasi Ekspor ke Afrika
CEO Indonesia Eximbank Sinthya Roesly (kiri) dan CEO Standard Chartered Bank Indonesia Rino Donosepoetro memberikan keterangan seusai penandatanganan kesepakatan di Nusa Dua Bali, Selasa (10/4/2018). - Bisnis/Pamuji Tri Nastiti
Bagikan

Bisnis.com, NUSA DUA - Standard Chartered Bank Indonesia mendukung ekspansi dan operasional bisnis para pelaku ekspor Indonesia ke Afrika melalui penandatanganan kerja sama dengan Indonesia Eximbank.

CEO Standard Chartered Bank Indonesia Rino Donosepoetro mengatakan, kerja sama tersebut dilakukan untuk memperluas kesempatan bagi pelaku bisnis di Indonesia dalam memperoleh akses dan solusi finansial bagi pengembangan bisnis.

"Termasuk juga penyediaan jaminan pembayaran dan optimalisasi kebutuhan modal kerja, dengan mengandalkan jaringan kuat dan keahlian Standard Chartered di pasar-pasar Afrika," ujarnya setelah penandatanganan kesepakatan, Selasa (10/4/2018).

Menurut dia, dengan kerja sama itu, eksportir Indonesia dapat memperoleh Letter of Credit (L/C) Renegotiation/ Rediscounting Services Agreement dari Standard Chartered sehingga dapat berbisnis dengan tenang.

Selain itu, pebisnis bisa memanfaatkan jaringan kuat yang dimiliki Standard Chartered di 22 negara Afrika untuk mengeksplorasi peluang bisnis baru. Sementara itu, pihak bank akan memitigasi risiko pembatalan pembayaran sekaligus mengelola jaminan pembayaran.

Standard Chartered segera menerbitkan Letter of Credit dengan nilai hingga US$100 juta atau setara dengan Rp1,4 triliun bagi eksportir Indonesia yang hendak mengeksplorasi pertumbuhan bisnis di Afrika. Kemitraan tersebut diumumkan di sela-sela gelaran IAF 2018.

Negara-negara yang termasuk di dalam jaringan ekstensif Standard Chartered yang akan membantu para pelaku ekspor Indonesia termasuk di antaranya Nigeria, Mesir, Afrika Selatan, Pantai Gading, Mauritius, Uganda, Kenya, Ghana, dan Tanzania.

Sinthya Roesly, CEO Indonesia Eximbank mendukung program ekspor nasional sesuai dengan misi lembaga pembiayaan yang fokus bagi eksportir dalam memperluas bisnis di pasar-pasar yang tengah berkembang di dunia, termasuk Afrika.

"Kami percaya bahwa kemitraan ini akan membantu berkontribusi dalam agenda pemerintah Indonesia untuk meningkatkan keberlanjutan pertumbuhan ekspor nasional dalam jangka panjang," jelasnya.

Kemitraan Standard Chartered - Indonesia Eximbank merupakan salah satu kerja sama utama yang diresmikan di IAF 2018. Diskusi-diskusi pada forum ini membahas tentang penguatan hubungan ekonomi, termasuk melalui pertemuan bisnis, keterlibatan instansi pemerintah, korporasi, dan banyak pemangku kepentingan lainnya dan diresmikan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla.

“Keterlibatan kami dalam forum IAF 2018 menunjukkan dukungan kuat kami dalam berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Selain kolaborasi ini, kami sangat berbahagia dapat terus menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mencapai agenda penguatan ekonomi perdagangan."

Menurut Sinthya, pertumbuhan nilai kerja sama akan kami bahas lebih lanjut. "Kami optimistis kesepakatan hari ini akan ada benefit baik bagi LPEI juga Standar Chartered dan manfaatnya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di Afrika."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indonesia eximbank standard chartered bank
Editor : Sutarno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top