Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BUMN Fund Tekan Risiko Kerugian

BUMN Fund, yakni konsep pendanaan infrastruktur yang telah ditandatangani oleh Kementerian BUMN diklaim bisa menjadi penyelamat perusahaan pelat merah terutama untuk meminimalisasi risiko kerugian.
Tegar Arief
Tegar Arief - Bisnis.com 31 Maret 2018  |  09:09 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri BUMN Rini M Soemarno usai acara topping off (penutupan atap) terminal Bandara Ahmad Yani Semarang. - Bisnis/Alif
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri BUMN Rini M Soemarno usai acara topping off (penutupan atap) terminal Bandara Ahmad Yani Semarang. - Bisnis/Alif

Bisnis.com, JAKARTA -- BUMN Fund, yakni konsep pendanaan infrastruktur yang telah ditandatangani oleh Kementerian BUMN diklaim bisa menjadi penyelamat perusahaan pelat merah terutama untuk meminimalisasi risiko kerugian.

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan pembentukan BUMN Fund dilakukan untuk meminimalisir kerugian yang dihadapi perusahaan pelat merah ketika akan melakukan penghimpunan dana atau fundraising.

"Biasanya, perusahaan pelat merah yang akan melakukan fundraising untuk pendanaan proyek infrastruktur yang sangat bergantung pada kondisi pasar dunia," tuurnya dalam siaran pers yang diterima Bisnis, Sabtu (31/3/2018).

Dalam kerja sama ini, Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) dan perusahaan asuransi akan menginvestasikan dananya ke dalam BUMN Fund. PT Danareksa Capital dan PT Bahana Kapital Investa sebagai pengelola dana tersebut akan menyalurkannya ke proyek infrastruktur dalam negeri.

Dengan adanya pilihan wadah baru penyaluran investasi ini, investor memiliki alternatif instrumen investasi jangka panjang. BUMN Fund tidak hanya akan berfokus pada pendanaan proyek infrastruktur strategis nasional, tapi juga portofolio efek kelompok BUMN, serta perusahaan rintisan yang memiliki potensi untuk berkembang dalam ekosistem kelompok BUMN.

"Kami tetap prudent tapi di sisi lain butuh fleksibilitas struktur instrumen yang bisa melayani typical investor dengan horizon jangka panjang," terang Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Aloysius Kiik Ro.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bumn
Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top