Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jonan Sindir SKK Migas Masih 'Ngejelimet'

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan menyindir SKK Migas yang dinilai 'ngejelimetin' Kontraktor Kontrak Kerja Sama atau KKKS.
Surya Rianto
Surya Rianto - Bisnis.com 28 Maret 2018  |  13:52 WIB
Menteri ESDM Ignasius Jonan memberikan sambutan usai penandatanganan Naskah Amandemen Kontrak Karya (KK) oleh enam perusahaan tambang di Jakarta, Rabu (14/3/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan
Menteri ESDM Ignasius Jonan memberikan sambutan usai penandatanganan Naskah Amandemen Kontrak Karya (KK) oleh enam perusahaan tambang di Jakarta, Rabu (14/3/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan menyindir SKK Migas yang dinilai 'ngejelimetin' Kontraktor Kontrak Kerja Sama atau KKKS.

"Kalau Pak Amien [Kepala SKK Migas] itu sukanya yang 'ngejelimet'. Kalau enggak begitu, enggak suka," ujar Jonan pada sambutan pelantikan pada Rabu (28/3/2018).

Jonan mengatakan bukti dari Amien Sunaryadi suka sama yang 'ngejelimet' adalah penggunaan kacamata.

"Padahal, saya sebagai akuntan negara itu lebih senior dari Pak Amien, tetapi karena Pak Amien suka yang ngejelimet jadi pakai kacamata duluan deh," ujarnya.

Jonan berharap, SKK Migas bisa menyederhanakan pedoman tata kerja (PTK).

"Jangan sampai, kita [Kementerian ESDM dan SKK Migas] terjebak pada aturan yang dibuat sendiri," ujarnya.

Di sisi lain, Dirjen Migas yang baru terpilih Djoko Siswanto berkomentar, SKK Migas disebut 'ngejelimetin' karena SKK Migas memiliki banyak PTK. Semua itu ingin dijalankan agar bisa menjalankan good corporate gonvernance (GCG) yang baik.

"Harapannya, kalau nanti PTK itu disederhanakan bisa mempercepat proses," ujarnya.

Djoko mengatakan PTK yang dinilai Menteri ESDM 'Ngejelimet' itu seperti evaluasi pengajuan plan of development (POD) KKKS ke SKK Migas. Nantinya, SKK Migas akan menyampaikan kepada Menteri ESDM, dan itu semua membutuhkan waktu.

"Itu sih salah satu contohnya," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

skk migas
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top