Ini Dirjen Migas yang Baru & Pejabat Kementerian ESDM yang Baru Dilantik

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melantik tiga pejabat pimpinan tinggi madya, 2 pejabat tinggi pratama, dan 1 pejabat pimpinan SKK Migas.
Surya Rianto | 28 Maret 2018 16:59 WIB
Menteri Enegi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan (kedua kiri) menandatangani Naskah Amandemen Kontrak Karya (KK) yang telah ditandatangani oleh enam perusahaan tambang, di Jakarta, Rabu (14/3/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melantik tiga pejabat pimpinan tinggi madya, 2 pejabat tinggi pratama, dan 1 pejabat pimpinan SKK Migas.

Pada pelantikan pejabat tinggi madya, Djoko Siswanto dilantik menjadi Dirjen Migas Kementerian ESDM dari jabatan sebelumnya Deputi Pengendalian Pengadaan di SKK Migas.

Lalu, Akhmad Syakhroza diangkat menjadi Irjen Kementerian ESDM dari jabatan sebelumnya Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Tata Kelola dan Kelembagaan pada Sekjen Kementerian ESDM.

Kemudian, E. Widyo Sunaryo dilantik menjadi Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan pada Sekjen Kementerian ESDM. Jabatan dia sebelumnya adalah Tenaga Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bidang Hukum dan Kemanan pada Sekjen ESDM.

Pada tingkat pejabat tinggi pratama, Ediar Usman diangkat menjadi Direktur Pembinaan usaha Hulu Migas Kementerian ESDM dari jabatan sebelumnya Direktur Pembinaan Program Mineral dan Batu bara pada Dirjen Mineral dan Batu Bara.

Lalu, Muhammad Wafid diangkat sebagai Direktur Pembnaan Program Mineral dan Batu Bara pada Dirjen Mineral dan Batu Bara. Jabatan sebelumnya, dia sebagai penyelidik Geologi pada Badan Geologi.

Terakhir, Tunggal diangkat sebagai Deputi Pengendalian Pengadaan Pada SKK Migas dari jabatan sebelumnya Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas.

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan, regenerasi jajaran kali ini dipilih berdasarkan kompetensi masing-masing. "Seperti, Tunggal [Deputi Pengendalian dan Pengadaan SKK] sekarang cuma beda gedung saja sama dulu semasa jadi Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas di sini [Gedung Migas]," ujarnya dalam sambutan pada pelantikan Rabu (28/3).

Jonan mengharapkan Tunggal bisa menjadi penghubung yang baik antara SKK Migas dan Dirjen Migas. Begitu juga dengan Djoko Siswanto yang sekarang menjadi Dirjen Migas.

"Dulu Djoko Siswanto kan dari sini [ESDM] ke SKK Migas. Sekarang, dia dipulangkan lagi ke sini, harapannya juga bisa kian menghubungkan antara SKK Migas dengan Dirjen Migas," ujarnya.

Dia pun menyebut juga Ediar yang pindah dari Minerba ke Migas.

"Minerba dan Migas itu agak beda memang, terutama gedungnya. Kalau gedung Minerba belakangnya kan warung ayam, tapi kata Dirjen Minerba, kantor makin kumuh itu, rezekinya katanya makin banyak juga," sebutnya.

Kemudian, Jonan juga membahas Wafid yang dari badan geologi. Perbedaan antara badan geologi dengan minerba adalah dalam mengurus anggaran.

"Kalau di geologi itu harus mengatur bagaimana anggaran bisa merata dan habis lebih cepat, tetapi kalau di minerba enggak bisa gitu loh," ujarnya.

Jonan melanjutkan, kalau di sana [badan Geologi] cuma pemerataan anggaran saja, tetapi tidak ada kerjanya. "Harapannya, anggaran harus digunakan untuk prioritas strategi nasional, kalau bukan ya tinggal saja," lanjutnya.

Kemudian, pengangkatan E. Widyo yang bekas Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) membantu kementeriannya dari segi hukum dan keamanan. Apalagi, saat ini sudah masuk ke tahun politik.

Terakhir, Jonan meminta kepada Irjen terpilih Akhmad Syakhroza untuk bertugas sebagai konsultan internal. "Jadi, bukan sekedar memeriksa dan memperbaiki, tetapi juga memberikan saran," ujarnya.

Tag : kementerian esdm
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top