Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Impor Daging Kerbau Sebabkan Investasi Peternakan Sapi Jadi Kurang Menarik

Investasi dalam sektor peternakan sapi dinilai kurang menarik seiring dengan kebijakan impor daging kerbau sehingga perlu ada fasilitas dan insentif untuk menarik investor.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 27 Maret 2018  |  12:15 WIB
Pekerja memeriksa kandang dan kondisi sapi perah di Balai Pengembangan Ternak Sapi Perah dan Hijauan Makanan Ternak Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (18/9). - ANTARA/M Agung Rajasa
Pekerja memeriksa kandang dan kondisi sapi perah di Balai Pengembangan Ternak Sapi Perah dan Hijauan Makanan Ternak Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (18/9). - ANTARA/M Agung Rajasa

Bisnis.com, JAKARTA—Investasi dalam sektor peternakan sapi dinilai kurang menarik seiring dengan kebijakan impor daging kerbau sehingga perlu ada fasilitas dan insentif untuk menarik investor.

Ketua Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI), Teguh Boediyana mengatakan kebijakan pemerintah dengan impor daging kerbau India menyebabkan minat untuk investasi di bidang peternakan sapi potong berkurang.

"Kebijakan pemerintah dengan impor daging kerbau India menyebabkan sedikitnya minat untuk investasi di bidang peternakan sapi potong baik fattening maupun breeding," katanya kepada Bisnis, Senin (26/3/2018).

Pun sama halnya dengan sektor perunggasan yang sudah padat dengan perusahaan-perusahaan incumbent. Menurutnya, sektor tersebut akan sulit berpeluang bagi investor anyar karena perusahaan unggas sudah eksis dan pasti menjadi pesaing berat.

Teguh menilai perlu ada semacam evaluasi dalam niat pemerintah untuk melakukan deregulasi terhadap 141 aturan yang dinilai menghambat investor di bidang pertanian masuk ke dalam negeri agar investasi tersebut tidak melanggar komoditas yang berada dalam daftar negatif investasi.

"Ada ketentuan-ketentuan khusus. Mestinya ada evaluasi terlebih dahulu sejauh ini bagaimanamn minat investasi di bidang peternakan atau pertanian. Tanpa berbagai fasilitas dan insentif yang atraktif sulit mengundang investor," tutupnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top