Investasi Hulu Migas per Februari 2018 US$1,8 Miliar, Ini Rinciannya

SKK Migas mencatat realisasi investasi hulu migas sampai akhir Februari 2018 sudah senilai US$1,8 miliar. Adapun, nilai itu masih sekitar 13,84% dari total target investasi hulu SKK Migas yang sekitar US$13 miliar.
Surya Rianto | 27 Maret 2018 19:12 WIB
Ilustrasi kilang lepas pantai. - Bloomberg/Tim Rue

Bisnis.com, JAKARTA -- SKK Migas mencatat realisasi investasi hulu migas sampai akhir Februari 2018 sudah senilai US$1,8 miliar. Adapun, nilai itu masih sekitar 13,84% dari total target investasi hulu SKK Migas yang sekitar US$13 miliar.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabowo Taher mengatakan, secara rinci investasi migas sampai Februari 2018 untuk eksplorasi US$197 juta, pengembangan US$204 juta, produksi US$1,25 miliar, dan administrasi US$177 juta. Jadi, secara total sudah tembus sekitar US$1,8 miliar.

"Investasi pada kuartal pertama memang biasanya belum terlalu signifikan karena momentum awal tahun. Jadi, biasanya realisasi investasi kuartal I/2018 sekitar di bawah 20% dari target, minimal bisa sentuh 15%," ujarnya pada Selasa (27/3).

Wisnu mengatakan, investasi pada awal tahun ini tidak ada hambatan khusus. Kalau bicara awal tahun memang baru sampai tahap perencanaan.

"Setelah kuartal pertama selesai, baru pada kuartal kedua dan ketiga mulai merealisasikan anggaran belanja modal lebih tinggi, kalau sekarang masih sedikit," ujarnya.

Wisnu menuturkan, kenaikan harga minyak pun disebut bisa berpengaruh bisa mendorong investasi. Apalagi, harga minyak sekarang berada di sekitar US$63 per barel.

"Kami pun akan berupaya untuk bisa mencapai atau melebihi target," ujarnya.

Sementara itu, produksi minyak dan gas sampai periode 24 Maret 2018 mencatatkan penurunan sebesar 2,82% menjadi sekitar 779.000 barel per hari, sedangkan produksi gas naik sebesar 1,61% menjadi 7,78 juta.

Wisnu mengatakan, sampai akhir Februari 2018, lifting minyak berada di kisaran 699.000 barel per hari, sedangkan penyaluran gas 6.441 juta kaki kubik per hari.

"Terkait lifting, kami masih ada pasokan sekitar 14,38 juta barel ekuivalen per hari lagi yang siap untuk dilifting. Namun, saat ini kami masih liat kondisi cuaca, harapannya akhir bulan ini bisa diangkut lebih besar lagi," ujarnya.

Tag : blok migas
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top