Peserta Lelang Blok Migas Bertambah, Perusahaan Multinasional Mengakses Dokumen Lelang

Kementerian Energi dan Sumber Daya Minral mengklaim sudah ada perusahaan multinasional yang mengakses dokumen lelang blok migas pada 2018. Secara total, saat ini sudah ada 10 perusahaan yang mengakses 6 wilayah kerja.
Surya Rianto | 27 Maret 2018 19:07 WIB
Ilustrasi pengeboran minyak. - Bloomberg/Jeyhun Abdulla

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Minral mengklaim sudah ada perusahaan multinasional yang mengakses dokumen lelang blok migas pada 2018. Secara total, saat ini sudah ada 10 perusahaan yang mengakses 6 wilayah kerja.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan, sudah ada 10 perusahaan yang akses dokumen 6 wilayah kerja. Jadi, ada beberapa perusahaan yang mengakses 1 wilayah kerja yang sama.

"Ada perusahaan multinasional dari total 10 pengakses dokumen tersebut. Kalau siapanya, saya belum bisa sebut karena proses lelang masih berlangsung," ujarnya pada Senin (27/3) malam.

Adapun, 10 perusahaan yang mengakses dokumen 6 wilayah kerja migas itu sudah tercampur antara skema penawaran langsung dan lelang reguler.

Sebelumnya, awal bulan ini disebut sudah ada 7 pengakses dokumen lelang yang semuanya adalah skema penawaran langsung, terutama oleh perusahaan yang sudah melakukan joint study.

Pekan lalu, jumlah pengakses dokumen lelang sudah bertambah menjadi 9 dokumen dan saat ini bertambah lagi menjadi 10 dokumen.

Arcandra pun berharap lelang blok migas 2018 masih terus berjalan sesuai jadwal.

"Saya baru dapat update lelang penawaran langsug malam ini [Senin 26/3]. Nanti, saya akan cek lagi," ujarnya.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) dan PT Saka Energi Indonesia mengaku masih mengkaji wilayah kerja migas lelang 2018 yang akan diakses dokumennya.

Direktur Hulu PT Pertamina (Persero) Syamsu Alam mengatakan, perseroan tengah memproses joint study untuk beberapa blok migas. “Kami proses beberapa ke kementerian ESDM [Energi dan Sumber Daya Mineral],” ujarnya kepada Bisnis pada Jumat (23/3).

Namun, dia enggan merinci detail terkait ketertarikan pada wilayah kerja di lelang tahun ini.

Di sisi lain, PT Saka Energi Indonesia, anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk. masih belum memutuskan untuk melakukan akses dokumen.

Direktur Utama Saka Energi Indonesia Tumbur Parlindungan mengatakan, pihaknya sama sekali belum melakukan akses dokumen pada lelang 2018.

“Kami sih masih mengkaji lebih lanjut untuk memilih blok migas dalam lelang tahun ini,” ujarnya.

Kementerian ESDM telah melelang 26 blok migas pada tahun ini. Secara rinci, skema tender terbagi menjadi dua yakni, proposal langsung dan reguler tender.

Pada skema proposal langsung terdapat 7 blok migas yang terdiri dari 5 blok konvensional dan 2 blok non konvensional.

Lalu, 5 blok konvensional dengan skema proposal langsung antara lain, blok Southeast Jambi, Citarum, East Ganal, East Papua, East Seram, MNK Sumut Tenggara, dan GMB Sumbagsel. Lalu 19 blok migas sisanya ditawarkan dengan skema reguler tender.

Adapun, jadwal akses dokumen lelang pada skema proposal langsung antara lain pada 19 Februari 2018 sampai 27 Maret 2018. Lalu, jadwal akses dokumen lelang pada skema reguler tender pada 19 Februari 2018 sampai 7 Juni 2018.

Lalu, jadwal forum klarifikasi untuk skema proposal langsung bisa dilakukan pada 22 Februari 2018 sampai 29 Maret 2018, sedangkan untuk klarifikasi forum skema reguler tender bisa dilakukan pada 22 Februari 2018 sampai 9 Juni 2018.

Kemudian, jadwal terakhir melakukan bid pada lelang blok migas 2018 skema proposal langsung adalah 4 April 2018, sedangkan untuk skema reguler tender pada 19 Juni 2018.

Tag : blok migas
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top