ESDM Siapkan Kepmen Terkait Mitra Pertamina di 4 Blok Terminasi 2018

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mengeluarkan Keputusan Menteri (Kepmen) untuk menentukan participacing interest (PI) antara PT Pertamina (Persero) dengan mitranya pada empat blok migas terminasi 2018.
Surya Rianto | 21 Maret 2018 08:32 WIB
Blok Mahakam - Ilustrasi/Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mengeluarkan Keputusan Menteri (Kepmen) untuk menentukan participacing interest (PI) antara PT Pertamina (Persero) dengan mitranya pada empat blok migas terminasi 2018.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan Kepmen ESDM itu dibuat untuk membagi PI Pertamina dan kontraktor eksis sebagai mitra. Selain itu, Kepmen tersebut juga membahas syarat dan ketentuan pengelolaan blok terminasi tersebut.

"Kalau mitra dari operator eksis sih ada yang berminat, tapi juga ada yang enggak. Detilnya ada di SKK Migas," ujarnya, Selasa (20/3/2018) malam.

Penerbitan Kepmen ESDM terkait blok terminasi yang dialihkan kepada Pertamina itu tidak akan menunggu kepastian mitra dari operator eksis.

Arcandra menerangkan jika operator eksis tidak ada yang berminat, maka akan dikembalikan lagi kepada pemerintah. Walaupun PI antara Pertamina dengan mitra dari operator eksis ditentukan dalam Kepmen ESDM, tapi pihak Kementerian ESDM menyebut prosesnya tetap berjalan secara Business-to-Business (B2B antara Pertamina dengan operator eksis.

"Ya, kalau komersialnya tetap dilakukan secara B2B," tegasnya.

Adapun, blok migas terminasi yang dibahas dalam Kepmen ESDM itu mencakup blok Tuban, Sanga-sanga, Ogan Komering, dan South East Sumatra. Pasalnya, keempat blok itu memiliki operator eksis di luar Pertamina.

Blok Tuban misalnya, dikelola oleh joint operating body (JOB) antara Pertamina dengan Petrochina. Lalu, blok Ogan Komering yang dikelola oleh JOB Pertamina dengan Jadestone Energy.

Blok Sanga-sanga dimiliki oleh VICO Indonesia dengan hak kelola dimiliki oleh Virginia Indonesia Co, Eni, CPC, Universe Gas & Oil, dan PT Saka Energi Indonesia. Kemudian, blok South East Sumatra dikelola oleh China National Offshore Oil Corporation (CNOOC).

Sementara itu, Pertamina akan mengelola empat blok terminasi lainnya yakni Attaka, East Kalimantan, Tengah, dan NSO-NSB.

Arcandra menambahkan operasi blok Tengah akan diintegrasikan dengan blok Mahakam. Dengan demikian, kontrak blok Tengah akan menggunakan skema cost recovery.

Tag : blok migas
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top