Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gapmmi: Pabrikan Makanan Sempat Saling Pinjam Stok Garam

Pabrikan makanan saling pinjam stok sementara untuk menjaga keberlangsungan produksi di tengah masalah pasokan garam.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 21 Maret 2018  |  18:48 WIB
Petani garam di Kabupaten Nagakeo, NTT - Istimewa
Petani garam di Kabupaten Nagakeo, NTT - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA—Pabrikan makanan saling pinjam stok sementara untuk menjaga keberlangsungan produksi di tengah masalah pasokan garam.
 
Adhi S. Lukman, Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi), mengatakan kondisi ini terjadi pada beberapa grup perusahaan makanan yang memiliki beberapa pabrik. 

"Karena grup perusahaan, pabriknya di beberapa kota dan terpaksa pinjam stok garam supaya karyawan tidak dirumahkan. Sekarang sudah ada kepastian, menunggu kapal masuk walaupun ada kerugian, tetapi masih bisa diterima," ujarnya di Jakarta, Selasa (20/3/2018).

Kendati tidak menyebutkan nama perusahaan, Adhi menyebutkan beberapa pabrikan makanan yang bergerak di sektor biskuit dan makanan ringan telah berhenti beroperasi sejak minggu lalu karena masalah pasokan garam. Sementara itu, terdapat juga pabrikan bumbu masak dan mi instan yang terancam berhenti beroperasi. 

Industri mamin telah mengajukan permintaan impor garam sebesar 535.000 ton dan disetujui sebesar 460.000 ton. Adhi menyebutkan pabrikan mamin tidak mengimpor langsung garam tersebut, melainkan melalui perusahaan pengolah garam industri.

Hal ini karena garam industri impor harus diolah terlebih dahulu sehingga memenuhi standar. "Kami sebetulnya secara aturan boleh impor langsung, tidak ada larangan. Namun, dalam beberapa rapat koordinasi, sebaiknya industri mamin membeli dari industri pengolah garam," jelasnya.

Dalam mengatasi permasalahan pasokan garam untuk industri, pemerintah baru saja menerbitkan PP No. 9/2018 yang mengembalikan kewenangan pemberian rekomendasi impor garam kepada Kemenperin, sedangkan kewenangan rekomendasi impor garam konsumsi berada di tangan Kementerian Kelautan dan Perikanan. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

garam
Editor : Ratna Ariyanti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top