April, Garuda Indonesia Buka Rute Denpasar-Mumbai

Garuda Indonesia berencana menambah rute baru, yakni Denpasar-Mumbai pada April mendatang untuk menangkap besarnya potensi turis dari India yang berlibur ke Pulau Dewata sekaligus ke Australia.
Feri Kristianto | 20 Maret 2018 17:50 WIB
Sejumlah pesawat terparkir di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa (20/3/2018). - ANTARA/Wira Suryantala

Bisnis.com, DENPASAR - Garuda Indonesia berencana menambah rute baru, yakni Denpasar-Mumbai pada April mendatang untuk menangkap besarnya potensi turis dari India yang berlibur ke Pulau Dewata sekaligus ke Australia.

GM Garuda Bali Joseph Adrian Saul mengatakan rute baru ini rencananya diresmikan pada 23 April mendatang dengan menggunakan pesawat Airbus tipe 330-200.

Rencananya pada bulan pertama, Garuda Indonesia akan melayani penerbangan dengan waktu tempuh 7 jam tersebut, sebanyak dua kali seminggu, yakni Senin dan Kamis. Pada bulan berikutnya, frekuensi penerbangan akan ditambah menjadi tiga kali sepekan menjadi Senin, Kamis dan Sabtu.

“Turis India terus meningkat, dan pengalaman dari ketika erupsi Gunung Agung lalu mereka seakan cuek dan stabil kunjungannya ke Bali,” tuturnya, Selasa (20/3/2018).

Berdasarkan data Angkasa Pura 1 Bandara I Gusti Ngurah, tingkat kunjungan wisman asal India pada Februari 2018 menduduki peringkat ketiga di bawah China dan Australia dengan total jumlah kunjungan sebanyak 25.254 orang.

Jumlah tersebut mengalami peningkatan tertinggi dibandingkan kunjungan turis dari negara lain, yakni 51,11% jika dibandingkan Februari 2016, hanya 16.706 orang.

Joseph mengungkapkan rute baru ini akan ditawarkan dalam ajang Garuda Indonesia Travel Fair atau GATF pada 23-25 Maret di Kuta dengan harga lebih rendah jika dibandingkan dengan rute penerbangan 7 jam seperti ke Jepang.

Dia meyakini bahwa rute baru ini akan menarik minat wisatawan asal India karena pada dasarnya mereka lebih menyukai penerbangan langsung dibandingkan transit terlebih dulu.

Joseph menuturkan pembukaan rute baru ini juga dari melihat bahwa potensi penerbangan yang ada dari Bali ke India load factornya lumayan baik meskipun transit.

Selain itu, keberadaan rute Denpasar-Mumbai akan memiliki nilai tambah karena akan dihubungkan ke destinasi lain di Australia. Dengan begitu, Bandara Ngurah Rai akan menjadi hub bagi wisatawan India yang akan ke Australia maupun sebaliknya dari Australia tujuan India.

“Kami hubungkan dari India-Denpasar-Australia. Bahkan kalau tidak conect penerbangannya, kami akan berikan one day tour di Bali. Jadi orang Australia atau India ketika penerbangannya tidak conect mereka bisa wisata satu hari ke Canggu atau seightseing baru malamnya berangkat,” jelasnya.

Marketing Manager Garuda Indonesia Bali Joko Azuardi menambahkan jika keberadaan rute baru ini diprakirakan dapat meningkatkan omset penjualan maskapai ini di Pulau Dewata hingga 30%. Optimisme tersebut dikarenakan dari segi budaya, turis India lebih menyukai penerbangan langsung dan tidak suka jika transit terlebih dulu.

Selain itu, rute baru ini akan menjadi salah satu andalan Garuda Indonesia dibandingkan rute ke kota-kota di China. Diakuinya, kontribusi rute direct dari Bali ke China baru memberikan kontribusi minim yakni hanya 1% terhadap penjualan di Bali. Karena itu, pembukaan rute ke salah satu kota tersibuk di India ini dapat menopang penjualan maskapai yang melantai di bursa efek Indonesia tersebut.

Tag : garuda indonesia
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top