Penyelesaian Lintas Bawah Simpang Tugu Ngurah Rai, Bali Bakal Lebih Cepat

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menargetkan penyelesaian pembangunan lintas bawah Simpang Tugu Ngurah Rai, Denpasar, Bali dapat rampung lebih cepat.
Irene Agustine | 20 Maret 2018 06:41 WIB
Para pekerja sedang beraktivitas pada proyek pengerjaan lintas bawah Simpang Tugu Ngurah Rai. - Kementerian PUPR

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menargetkan penyelesaian pembangunan lintas bawah Simpang Tugu Ngurah Rai, Denpasar, Bali dapat rampung lebih cepat.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan hingga awal Maret 2018, progres pekerjaan lintas bawah (underpass) tersebut sudah mencapai 40%.

Dia menargetkan pembangunan dapat selesai lebih cepat yakni Agustus 2018 dari target semula September 2018.

Underpass ini dibangun bertujuan mengurangi kemacetan di Kota Denpasar serta mendukung pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia tahun 2018,” kata Basuki melalui siaran pers, Senin (19/3/2018).

Dia memperkirakan peserta pertemuan yang akan hadir sekitar 15.000 orang sehingga diperlukan kelancaran mobilitas ke lokasi berlangsungnya acara.

Percepatan dibutuhkan karena lokasi ini merupakan simpul kemacetan akibat pertemuan lalu lintas dari empat arah yakni dari dan menuju Bandara Ngurah Rai, jalan tol Bali Mandara, dan Kota Denpasar menuju kawasan wisata Nusa Dua dan sekitarnya.

Selain itu, Simpang Tugu Ngurah Rai merupakan jalur utama dari dan menuju Bandara Internasional Ngurah Rai mapun kawasan wisata Nusa Dua.

Upaya percepatan dilakukan dengan menambah jumlah pekerja sehingga dapat dikerjakan secara 3 shift.

Kementerian PUPR juga telah meminta agar kontraktor menambah alat dengan tetap memperhatikan kualitas pekerjaan, melaksanakan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3) termasuk kebersihan.

Selama masa pekerjaan, dilakukan rekayasa lalu lintas dan jalur alternatif, misalnya, yang akan menuju Nusa Dua, Uluwatu, dan Jimbaran dapat melewati jalan tol Bali Mandara dan untuk tujuan Bandara Ngurah Rai dapat melewati Jalan Raya Kuta (Tuban).

Lintas bawah tersebut akan memiliki panjang 712 meter, lebar 17 meter, dan tinggi 5,20 meter. Dari hasil studi kelayakan, diketahui bahwa kehadiran lintas bawah dapat mengurangi kemacetan hingga 50% dari kondisi semula. Kemacetan akan terurai karena kendaraan dari Nusa Dua menuju Denpasar atau sebaliknya bisa lebih lancar melalui lintas bawah tersebut.

Pembangunan proyek itu telah dimulai sejak September 2017 dengan nilai Rp168,30 miliar melalui anggaran Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII, Ditjen Bina Marga.

Konstruksi proyek dikerjakan oleh PT Adhi Karya Tbk.-PT. Nindya Karya-PT Wira KSO. Sementara itu, untuk konsultan supervisi dipegang oleh PT Wira Widyatama, PT Aria Jasa Reksatama, dan PT Tata Guna Patria (joint operation).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bali, underpass

Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top